TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah mendistribusikan 3 ton beras asal Bulog ke pasar tradisional sejak awal Ramadan sebagai langkah stabilisasi harga, terutama menjelang Lebaran.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop, M. Tahir, menjelaskan bahwa stok beras di pasaran masih mencukupi dan harga relatif stabil.
Namun, untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras dengan harga terjangkau, Pemkab mengajukan permintaan langsung ke Bulog agar beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan kualitas medium tersedia di pasar.
"Beras SPHP ini harganya lebih murah dibandingkan beras premium, karena ada HET sekitar Rp 13.000 per kilogram. Ini bertujuan untuk mengimbangi harga beras umum yang bisa mencapai Rp 16.000 hingga Rp 18.000 per kilogram," ujar Tahir.
Selain beras, harga kebutuhan pokok lainnya juga terpantau stabil. Harga ayam lokal masih bertahan di Rp 47.000–Rp 48.000 per kilogram, sementara ayam dari luar daerah dijual sekitar Rp 55.000–Rp 58.000 per kilogram.
Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pedagang lokal seperti di Pasar Imbayud Taka untuk menjaga kestabilan harga.
Sementara itu, harga telur juga masih dalam kondisi stabil dengan stok yang cukup. Namun, menjelang Lebaran, kemungkinan akan ada kenaikan harga karena permintaan meningkat.
"Selama stok tersedia, harga akan tetap aman. Jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar, itu bisa jadi karena ada praktik penimbunan," tambah Tahir.(ana)
Editor : Azwar Halim