Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kendala Aplikasi, Pemutakhiran Data Penerima Bansos Ditargetkan Tuntas Akhir Maret

Sopian Hadi • Jumat, 7 Maret 2025 | 13:38 WIB
SURVEI: Pendamping PKH melakukan pemutakhiran data calon penerima manfaat, Jumat pagi (7/3). (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
SURVEI: Pendamping PKH melakukan pemutakhiran data calon penerima manfaat, Jumat pagi (7/3). (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

TANA TIDUNG – Proses pengecekan lapangan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang sedang berlangsung menghadapi beberapa kendala.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi para petugas lapangan, khususnya pendamping program Keluarga Harapan (PKH), adalah sistem aplikasi yang sering mengalami gangguan, menyebabkan data yang sudah diinput hilang dan harus diulang dari awal.

Koordinator Kabupaten (Korkab) Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsos PMD) Tana Tidung, Adhe Ainun Jariah, menjelaskan bahwa survei atau pendataan awalnya dijadwalkan mulai 1 Maret, namun baru bisa dilaksanakan pada 3 Maret akibat kendala pada aplikasi.

“Hingga kemarin (6/3) sudah 95 responden dari empat kecamatan yang berhasil disurvei dari 1.934 sasaran," sebutnya, Jumat (7/3).

Setiap kecamatan ditugaskan satu petugas pendamping PKH di Betayau dan Muruk Rian, sementara Sesayap dan Sesayap Hilir dua.

"Khusus Tana Lia masih kosong karena belum ada pendamping PKH di sana,” ungkapnya.

Dalam survei ini, petugas mendata berbagai aspek kehidupan keluarga penerima manfaat (KPM), seperti nomor kartu keluarga (KK), nomor KTP, pekerjaan, pendapatan, keahlian khusus, serta kepemilikan aset seperti TV, AC, kulkas, smartphone, sepeda motor, hingga peralatan memasak dan listrik.

Namun, survei ini tidak berjalan tanpa hambatan. Selain aplikasi yang sering keluar secara tiba-tiba, wilayah dengan akses internet terbatas juga menjadi tantangan tersendiri.

Hal ini menyulitkan petugas dalam melakukan input data secara real-time ke aplikasi Sigma.

“Kami berharap aplikasi ini bisa digunakan secara offline agar tidak bergantung pada sinyal internet," ujarnya.

"Selain itu, saat ini foto misalnya rumah harus diambil langsung dari aplikasi dan tidak bisa diunggah dari galeri, sehingga menjadi kendala bagi petugas di daerah yang sulit dijangkau,” tambahnya.

Persoalan ini, katanya, tidak hanya terjadi di Tana Tidung tetapi di seluruh Indonesia. Program ini merupakan kerja sama Kementerian Sosial dan BPS hingga ke level daerah.

Ke depan, diharapkan ada perbaikan pada sistem aplikasi agar lebih mendukung pekerjaan para petugas, terutama di daerah yang sulit dijangkau jaringan internet. Dengan begitu, program ini bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Sebelumnya diketahui data ini akan digunakan untuk pemberian bansos di triwulan dua, Mei sehingga akhir Maret ini harus tuntas. (ana)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #DTSEN #bansos #pkh #Tana Tidung