Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kembali Sidak Pertamini di Tana Tidung, Satpol PP: Masih Ada yang Menolak Tutup

Sopian Hadi • Rabu, 26 Februari 2025 | 14:45 WIB
SIDAK: Tim Pengawas Distribusi BBM dan LPG 3 kg bersama Satpol PP kembali melakukan sidak Pertamini di Tideng Pale Timur.
SIDAK: Tim Pengawas Distribusi BBM dan LPG 3 kg bersama Satpol PP kembali melakukan sidak Pertamini di Tideng Pale Timur.

TANA TIDUNG – Setelah dikeluarkannya surat edaran penutupan Pertamini sekitar dua pekan lalu, Tim Pengawas Distribusi BBM dan LPG 3 kg bersubsidi bersama Satpol PP kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu pagi (26/2).

Pengawasan ini berlangsung serentak di empat wilayah, yakni Tideng Pale, Tideng Pale Timur, Sesayap Hilir, dan Muruk Rian.

Dengan total Pertamini yang disasar sebanyak 40 unit.

Khusus di Tideng Pale Timur, terdapat 12 Pertamini yang diperiksa, mayoritas sudah tutup dan pemiliknya bersedia tidak menggunakan mesin yang juga disebut pom mini ini lagi.

Namun, tiga pemilik di Tideng Pale Timur lainnya tetap bersikeras bertahan.

Bagi para pemilik Pertamini, kebijakan ini dianggap memberatkan. Mereka mengaku tidak memiliki alternatif lain untuk memanfaatkan alat yang sudah mereka beli.

"Kalau ditutup, kami rugi. Pom mini ini tidak bisa digunakan untuk usaha lain," keluh salah satu pemilik.

Namun, pemerintah daerah tetap bersikukuh. Plt. Kepala Satpol PP Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, menegaskan bahwa aturan ini dibuat demi keamanan masyarakat.

Menurut Arief, salah satu alasan utama penutupan Pertamini adalah faktor keselamatan.

"Kita tahu bahwa Pertamini ini sering menjadi penyebab kebakaran, tidak hanya di Tana Tidung tetapi juga di daerah lain. Oleh karena itu, kami harus mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita tertibkan sesuai ketentuan," jelasnya.

Ia juga berharap SPBU bisa lebih proaktif dalam menyediakan BBM bagi masyarakat.

"Kalau Pertamini ditutup, SPBU harus siap melayani kebutuhan BBM warga.Pihak Pertamina dan pengelola SPBU juga sudah melakukan pertemuan, mencari solusi terbaik, supaya tidak ada gejolak di masyarakat," tambahnya.

Satpol PP bersama OPD terkait, kecamatan dan desa lebih berperan turut mengawasi distribusi BBM di Tana Tidung.

"Karena kami mengakui kerterbatasan pengawasan, tidak akan mungkin 24 jam kami melakukan pengawasan," terangnya.

Arief juga mengimbau masyarakat agar melaporkan pelanggaran atau gangguan ketertiban melalui call center mereka (081271308111).

"Kami siap menerima laporan, bukan hanya soal BBM, tetapi juga masalah lain seperti kebakaran, keributan, atau gangguan ketertiban lainnya," jelasnya.

Terkait dengan pemilik Pertamini yang masih menolak, menurut Arief , lihat dasar hukumnya.

"Kalau mau menuntut silakan, siapa yang mau dituntut. Kalau ke Pemda silakan menuntut ke Pemda, tapi dengan jalur sendiri. Kita diberikan ruang sebagai warga negara, mungkin ke pengadilan, ke instansi berwajib, kami dengan senang hati menerima itu, silakan tapi jangan anarkis. Alasannya juga harus jelas, " tutupnya.(ana)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #sidak #satpol pp #pertamini #Tana Tidung