Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Rute Perintis Dihentikan, Warga Tana Tidung Dapat Menggunakan Bus Ini ke Tanjung Selor

Sopian Hadi • Senin, 17 Februari 2025 | 11:14 WIB
ALTERNATIF: Armada bus Damri dari Malinau singgah untuk menjemput penumpang di terminal bus Damri perintis di Tideng Pale. (Foto: Sopian/Radar Tarakan)
ALTERNATIF: Armada bus Damri dari Malinau singgah untuk menjemput penumpang di terminal bus Damri perintis di Tideng Pale. (Foto: Sopian/Radar Tarakan)

TANA TIDUNG – Warga Kabupaten Tana Tidung (KTT) kini harus mencari alternatif transportasi setelah layanan bus Damri rute perintis Tanjung Selor-Tideng Pale resmi dihentikan sementara.

Kebijakan ini merupakan dampak dari efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.

Hadi Setiawan, salah satu sopir Damri rute Malinau-Tanjung Selor, membenarkan bahwa penghentian rute perintis ini telah berlaku sejak dua pekan terakhir.

Namun, ia memastikan bahwa masyarakat yang ingin bepergian ke Tanjung Selor masih bisa menggunakan layanan Damri rute.

Malinau-Tanjung Selor yang tetap beroperasi. Meski rute perintis dihentikan, bus Damri dari Malinau masih diizinkan mengambil penumpang di Seputuk dan Tideng Pale untuk menuju Tanjung Selor.

Namun, bus hanya akan singgah sebentar untuk menaikkan penumpang tanpa parkir lama seperti sebelumnya.

"Bus Damri dari Malinau tiba di Tideng Pale sekitar pukul 09.00 WITA, sementara dari Tanjung Selor sekitar pukul 14.30 WITA. Jadi, dalam sehari ada dua kali jadwal," ujar Hadi kepada Radar Tarakan, Senin (17/2).

Ia mengakui bahwa permintaan perjalanan dari Tana Tidung ke Tanjung Selor cukup tinggi, terutama pada akhir pekan. Banyak penumpang yang memilih Damri karena jadwalnya memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke Samarinda dengan mudah.

"Sabtu Minggu ramai yang ke Tanjung Selor utamanya termasuk yang mau ke Samarinda," katanya.

Karena bus yang beroperasi saat ini merupakan rute komersial, penumpang dari Tideng Pale ke Tanjung Selor dikenakan tarif Rp 100 ribu per orang. Bus Damri yang digunakan memiliki kapasitas 43 kursi, termasuk dua kursi cadangan.

Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan rute perintis Tanjung Selor-Tana Tidung akan kembali beroperasi. Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan solusi agar akses transportasi ke daerah mereka tetap lancar. (ana)

Editor : Azwar Halim
#Rute Perintis Dihentikan #tarakan #damri #kaltara #Tana Tidung