Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Nihil Temuan Uang Palsu di Bankaltimtara Tana Tidung, Ini Cara Ampuh Mengantisipasinya

Sopian Hadi • Senin, 17 Februari 2025 | 07:53 WIB
Pjs Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tideng Pale Ilham Akbar
Pjs Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tideng Pale Ilham Akbar

TANA TIDUNG – Bankaltimtara Cabang Tideng Pale memastikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan atau temuan terkait peredaran uang palsu di Kabupaten Tana Tidung (KTT).

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan peredaran uang palsu yang telah masuk ke daerah tetangga, seperti Tarakan.

"Kita masih terfilter,sehingga belum ada temuan uang palsu di Tana Tidung," kata Ilham Akbar, Pjs Pimpinan Bankaltimtara Cabang Tideng Pale, Minggu (16/2).

Namun, Ilham tetap mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memeriksa uang yang diterima. Sebab, secara fisik, uang palsu masih bisa dibedakan dengan uang asli jika diperhatikan dengan cermat.

Sebagai langkah pencegahan, Bankaltimtara terus mendorong pemerintah daerah maupun masyarakat untuk beralih ke transaksi non-tunai, seperti menggunakan QRIS, mobile banking, dan metode digital lainnya.

"Transaksi non-tunai menjadi solusi untuk menghindari peredaran uang palsu sekaligus meminimalkan perselisihan dalam transaksi," jelasnya.

Saat ini, penggunaan QRIS di Tana Tidung sudah cukup tinggi, mencapai sekitar 90 persen dari total nasabah Bankaltimtara yang berjumlah 10.000 orang.

Pihak bank juga terus mengajak nasabah untuk memanfaatkan layanan mobile banking guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan transaksi.

"Saya lihat para pedagang, termasuk UMKM di Tana Tidung, sudah banyak yang beralih ke QRIS, termasuk yang berjualan di RTH H..Joesoef Abdullah," tambahnya.

Selain itu, Bankaltimtara juga aktif mengedukasi masyarakat, khususnya pelajar, agar terbiasa menabung sejak dini melalui tabungan simpel. Program tabungan seperti Simpeda, Al Amin, dan Simpel (Simpanan Pelajar) menjadi bagian dari literasi keuangan yang terus digencarkan.

"Kami ingin para pelajar lebih sadar akan pentingnya menabung dan memiliki pemahaman literasi keuangan yang baik sejak usia dini," pungkasnya.(ana)

Dengan meningkatnya penggunaan transaksi digital dan kesadaran masyarakat terhadap keaslian uang, diharapkan peredaran uang palsu di Tana Tidung tetap dapat dicegah secara efektif.(ana)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #temuan #Bankaltimtara #uang palsu #Tana Tidung