TANA TIDUNG – Minggu pagi (2/2) menjadi mimpi buruk warga RT 03, Desa Tana Merah, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. Sekitar pukul 09.00 WITA, kobaran api tiba-tiba melahap tiga rumah, menghanguskan seluruh isi bangunan yang tak berhasil diselamatkan.
Rumah-rumah yang terbakar berada di Jalan Pendidikan dan dimiliki oleh Hairul, Jermain, serta indekos milik Sumarno, warga Desa Tepian, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan. Dugaan sementara, kebakaran bermula dari korsleting listrik genset.
Kapolres Tana Tidung, AKBP Erwin Syahputra Manik, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, PLN sedang melakukan perawatan mesin listrik di UD Tanah Merah. Akibatnya, aliran listrik dipadamkan. Untuk tetap mendapatkan arus listrik, Hairul menyalakan genset miliknya.
“Awalnya semua tampak normal, namun tak lama kemudian muncul percikan api dari kamar. Karena bangunan rumah terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya,” ungkap Kapolres setelah mendapat keterangan saksi.
Kebakaran yang berlangsung lebih dari dua jam itu baru bisa dipadamkan sekitar pukul 11.45 WITA. Upaya pemadaman dilakukan secara manual oleh warga sekitar, dibantu kendaraan L300 dengan profil air 1200 liter, serta bantuan alat berat Jonder dari PT MAU.
Tak hanya tiga bangunan yang ludes terbakar, tetapi juga perabot rumah tangga, dagangan alat tulis kantor (ATK), dan peralatan pecah belah ikut musnah dilalap api. Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 700 juta.
Meski peristiwa ini mengakibatkan kerugian besar, beruntung tidak ada korban jiwa. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, meski dugaan kuat mengarah pada korsleting listrik.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) akan dilakukan Satreskrim Polres Tana Tidung.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi warga untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah masing-masing. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang.(ana)
Editor : Azwar Halim