TANA TIDUNG - Kuota haji tahun 2025 untuk Kabupaten Tidung masih sama dengan musim haji 2024, yaitu 15 calon jemaah haji (CJH) ditambah satu kuota lanjut usia (lansia).
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tana Tidung, H. Saimin menyatakan, kuota nasional sekitar 221.000. Kuota ini dibagi untuk haji reguler 201.603, petugas haji daerah 1.572, pembimbing kelompok bimbingan haji dan umrah (KBIHU) 685, serta jemaah haji khusus 17.680.
"Kuota 70 persen itu tidak jadi. Kuota haji Kabupaten Tana Tidung sama seperti tahun lalu dengan kuota regulernya 15, ditambah satu kuota lansia," ujar Saimin kepada Radar Tarakan saat ditemui di ruangannya, Selasa (14/1).
Namun, lanjut Saimin, kuota untuk KTT masih berpotensi bertambah seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena Kemenag Tana Tidung sudah memiliki strategi untuk menangkap peluang penambahan kuota haji tahun ini.
"Ketika ada kuota rebutan, misalnya ada kuota daerah lain yang tidak bisa melunasi, Tana Tidung bisa memanfaatkannya," ujarnya.
Beberapa CJH cadangan telah disiapkan, seperti hasil pemeriksaan kesehatan, biaya pelunasan, dan lainnya. "Ketika di daerah lain ada yang tidak bisa melunasi, kita bisa mengambilnya," katanya.
Seperti diketahui, Kemenag RI dan DPR RI Komisi VIII telah menyepakati biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) 1446 H/2025 M menjadi Rp89.410.258,79. Angka itu turun dari rata-rata BPIH 2024 yang mencapai Rp93.410.286.
Kesepakatan itu juga berdampak pada penurunan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dibayarkan langsung oleh jemaah. Rata-rata Bipih tahun ini adalah Rp55.431.750,78 atau sekitar 62 persen dari total BPIH 2025.
"Untuk Bipih Kaltara, khususnya Tana Tidung, Rp55,4 juta, dengan nilai manfaatnya Rp34 juta. Jadi Rp55,4 juta dikurangi Rp34 juta itulah yang dibayar calon jemaah haji," sebutnya.
Sementara itu, daftar tunggu haji di Bumi Upun Taka berkisar antara 25 hingga 27 tahun.
Terkait dengan jadwal keberangkatan, Saimin memastikan untuk keberangkatan perdana sekitar 2 Mei 2025.
"Kalau untuk Tana Tidung, belum ada jadwalnya. Pembagian kloter (kelompok terbang) juga belum ada.
Tahun lalu CJH Tana Tidung masuk gelombang pertama jadi awal berangkatnya. Untuk tahun ini belum keluar jadwalnya," tutup Saimin.(ana)
Editor : Azwar Halim