TANA TIDUNG – Dua perusahaan logistik dan pelayaran terkemuka Indonesia tertarik berinvestasi di Pelabuhan Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung.
Dua perusahaan itu, yakni PT Samudera Indonesia, dan PT Meratus Line. Seperti diketahui, Pemkab Tana Tidung telah memprogramkan pelabuhan Bebatu menjadi salah satu pelabuhan peti kemas di Kalimantan Utara.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan menjelaskan, untuk membangun pelabuhan peti kemas Bebatu, Pemkab Tana Tidung akan menggandeng pihak swasta.
“Kenapa swasta, bukan APBD atau APBN? Karena biayanya cukup besar, bisa sampai Rp 200 miliar lebih kalau untuk pelabuhan peti kemas,” terang Arief.
Selain itu, Arief juga berharap dengan pihak swasta pelabuhan Bebatu bisa langsung hidup, karena perusahaan yang tertarik berinvestasi telah memiliki konsumen.
“Nah, dari dua perusahaan, yang intens komunikasinya PT Samudera Indonesia, bahkan di Januari 2025, mereka akan menurunkan tim, termasuk tim komersil melakukan survei di pelabuhan Bebatu,” ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali didampingi kepala Dishub Tana Tidung dan Kabid Prasarana dan Keselamatan Pelayaran, Didakus Pito telah berkunjung langsung ke Kantor PT Samudera Indonesia di Jakarta pertengahan 2024.
“Perusahaan yang memiliki ratusan anak perusahaan ini juga sudah bersurat resmi ke Pemkab Tana Tidung,” ujarnya.
Sementara PT Meratus masih komunikasi awal, dan menguatkan bahwa pelabuhan Bebatu cukup seksi dibandingkan dengan pelabuhan Kelapis Malinau dan Tanjung Selor, Bulungan.
“Dari tiga lokasi yang disurvei PT Meratus, pelabuhan Bebatu, Kelapis, Tanjung Selor, Bebatu yang seksi,” bebernya.
Arief menambahkan, dalam skemanya pihak swasta akan membangun pelabuhan, sementara operasional akan diberikan kepada Perumda. (ana)
Editor : Azwar Halim