Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Desa Wisata Mangkaban Masuk 50 Besar ADWI 2024

Radar Tarakan • Jumat, 13 September 2024 | 10:10 WIB
APRESIASI: Penyerahan piagam penghargaan 50 besar ADWI untuk Desa Wisata Sebawang, Desa Sebawang, Selasa (10/9).
APRESIASI: Penyerahan piagam penghargaan 50 besar ADWI untuk Desa Wisata Sebawang, Desa Sebawang, Selasa (10/9).

TANA TIDUNG - Desa Wisata Mangkaban di Desa Sebawang Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung  masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 kategori rintisan. Keputusan ini ditetapkan langsung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Untuk itu, Staf Khusus Bidang Akuntabilitas, Pengawasan dan Reformasi Birokrasi Kemenparekraf Irjen Pol. Krisnadi bersama tim juri ADWI 2024 melakukan visistasi Desa Wisata Mangkaban, Selasa (10/9).

 Salah seorang dewan juri ADWI 2024, Joko Winarno menjelaskan, sebelum masuk 50  besar ada 6.016 desa yang mendaftar mengikuti kompetisi ini melalui aplikasi Jadesta (Jejaring Desa Wisata) hingga mengerucut menjadi 50 besar.

"Ada 5 kreteria sebenarnya, pertama daya tarik wisata (budaya, alam dan buatan), lalu kedua tentang amenitas  terkait dengan homestay, resto, cafe. Ketiga digital, terkait dengan marketing apakah melalui instragram, facebook, atau tiktok. Keempat kelembagaan dan SDM, apakah sudah mumpuni SDM, kelembagaan yang dibuktikan dengan SK. Dan terakhir ketegori baru yakni resiliensi, terkait penanganan bagaimana setelah meninggalkan tempat wisata tidak meninggalkan sampah, jadi perlu penanganan khusus sampah. Lalu tanggap bencananya, kalau susur sungai bagaimana safety-nya, pemandu yang paham medan juga diperlukan, dan lainnya," jelas Joko kepada media dalam sesi konferensi pers.

Joko melanjutkan, potensi wisata budaya yang cukup kuat membawa Desa Wisata Mangkaban masuk 50 besar.

Setelah visitasi atau penilaian, kekurangan yang didapatkan akan disampaikan ke Kemenparekraf untuk selanjutnya diturunkan tim untuk melakukan mendampingan guna  mendorong perbaikan.

" Ada tiga kategori untuk ADWI 2024, kategori rintisan, sedang dan mandiri. Desa Wisata Mangkaban masuk kategori rintisan," sebut Joko.

Ditambahkan Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf Florida Pardosi, Kemenparekraf tidak dilibatkan dalam penilaian ADWI 2024. Dari 13 dewan juri, tidak ada satupun perwakilan Kemenparekraf.

"Jadi tidak ada intervensi Kemenparekraf di dalamnya, semuanya hasil penilaian dari dewan juri. Ada 13 dewan juri yang punya expert di masing masing kategori," sebut Florida.

Lanjut dikatakan, kehadiran Kemenparekraf bersama tim juri ADWI 2024 di Desa Sebawang untuk memastikan kebenaran informasi yang disampaikan di aplikasi Jadesta dengan fakta yang ada di lapangan.

"Masuknya Desa Wisata Mangkaban di 50 besar ini pastinya memiliki keunggulan, ya kekuatannya adalah budaya.

Saya baru dengar juga desa diberikan pengelolaan 163 hektar hutan sosial, ini luar biasa dan aset ini bisa dikembangkan bisa menjadi naik kelas," kata Florida.

Namun, desa tidak memiliki kemampuan sendiri utamanya dengan SDM. Karena itu dibutuhkan dukungan  dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, forkopimda dan OPD yang lain sehingga mempunyai program di desa wisata.

"Menparekraf (Sandiaga Uno) berpesan menjadikan desa wisata menuju pariwisata hijau berkelas dunia, karena itu harus hijau," ujar Florida.

Florida kembali menambahkan, Kemenparekraf memiliki forum komunikasi pentahelix yang memberikan dukungan kepada desa wisata seperti PLN,  dan BUMN lainnya termasuk akademisi. Tidak hanya itu, Pemda juga diharapkan bisa melakukan forum komunikasi pentahelix dengan mitra startegis.

"Dengan waktu dan tenaga yang terbatas tidak bisa menjangkau semua desa wisata yang ada di Indonesia, sehingga diharapkan pentahelix dan dinas pariwisata bisa menjadi perpanjangan tangan kami untuk memonitor bagaimana desa wisata setelah ditetapkan masuk 50 besar, agar bisa menjadi desa wisata hijau berkelas dunia," tutup Florida.(ian/har)

Editor : Azwar Halim
#Kemenparekraf #desa wisata #Tana Tidung #ADWI 2024