TANA TIDUNG – Mulai Senin (4/3) Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Tana Tidung menggelar pasar murah di empat kecamatan. Kecamatan pertama yang dikunjungi pasar murah yakni, Kecamatan Tana Lia. Ada empat desa yang disambangi yaitu Sambungan, Sambungan Selatan, Tana Merah Induk, Tanah Merah dan Desa Tengku Dacing.
Setelah Tana Lia, operasi pasar murah kembali dilanjutkan digelar di Kecamatan Sesayap Hilir. Di kecamatan ini pasar murah digelar 9-14 Maret. Lalu,Betayau 16 Maret dan Sesayap pada 18 Maret 2024.
Koordinator operasi pasar murah, Ernalis ningsih.ST mengatakan, kegiatan rutin setiap tahun ini dalam rangka menekan harga jelang Ramadan dan Idul Fitri 2024.
“Karena paket sembako yang kami jual lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran. Sebab, harganya telah disubsidi oleh pemkab Tana Tidung,” kata Ernalis kepada Radar Tarakan, Selasa (5/3).
Adapun paket sembako yang dijual beras 5 kg, gula pasir 2 kg, tepung terigu 1 kg, minyak goreng 1 liter, kopi 2 bungkus dan susu kental manis 2 kaleng.
“Namun untuk harga paket di tiap kecamatan berbeda beda,” kata Ernalis.
Untuk pasokan paket sembako, Disperindagkop dan UMKM Tana Tidung bekerja sama dengan distributor yang telah menjalin kerja sama selama ini.
“Mudah-mudahan dengan operasi pasar murah ini, bisa membantu atau meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah tangganya di tengah harga beberapa kebutuhan bahan pokok mulai naik, seperti beras,” ungkapnya
Sebelumnya pada 29 Februari lalu, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali bersama Kadis Perindagkop dan UMKM Hardani Yusri telah melakukan pengecekan harga kebutuhan barang pokok penting (bapokting) di Pasar Imbayud Taka.
Didapati harga beras mengalami kenaikan 12 persen atau Rp 2 ribu per kilogram.
Kini harga beras premium menjadi Rp 19 ribu per kg, dan beras super Rp 22 ribu per kg. Hal yang sama juga terjadi pada gula pasir, bapokting ini juga mengalami kenaikan sebesar 12 persen atau Rp 2 ribu menjadi Rp 20 ribu per kg saat ini.
Cabai rawit juga mengalami kenaikan menjadi Rp 100 ribu per kg, naik 9 persen dari harga sebelumnya. Cabai merah besar dan cabai keriting masing masing naik 5 persen, menjadi Rp 80 ribu dan Rp 85 ribu per kg.
Sementara untuk minyak goreng stabil di harga Rp 19 ribu per liter, bawang merah Rp 45 ribu per kg, bawang putih Rp 50 ribu per kg, daging ayam Rp 55 ribu per kg, daging sapi Rp 165 ribu per kg dan telur Rp 68 ribu per piring.(ana/har)
Editor : Azwar Halim