Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pelabuhan Desa Sesayap Direhab Total

Azwar Halim • Rabu, 29 November 2023 | 09:02 WIB
FALITAS: Pelabuhan Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir yang mengalami kerusakan baru- baru ini akan direhab.
FALITAS: Pelabuhan Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir yang mengalami kerusakan baru- baru ini akan direhab.
TANA TIDUNG – Pelabuhan Desa Sesayap, Kecamatan Sesayap Hilir yang ambruk baru- baru ini akan direhab total.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung Didakus Pito saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/11).

Progres pembangunannya, kata Pito, masih tahap perencanaan tahun ini. Struktur pelabuhan yang selama ini terbuat dari kayu diganti beton.

“Terkait dengan ponton yang tenggelam, jika melihat kondisi tidak menutup kemungkinan juga akan diganti dengan yang baru,” kata Pito.

Sebab,  kondisi ponton sudah karatan bahkan telah dilakukan perbaikan atau penambalan hingga tiga sampai empat kali.

“Yang pasti ponton yang tenggelam itu sudah kami evakuasi ke pinggir sehingga pelabuhan bisa digunakan kambali, meski kondisinya seadanya. Agar juga tidak mengganggu lalu lintas di sungai,” kata Pito.

Ponton ke depan akan menggunakan spesifikasi yang lebih baik, anti karat sehingga penggunaannya bisa bertahan lebih lama lagi.

“Di Tarakan kan ada galangan kapal, kita bisa pesan di sana untuk ponton dermaga,” sebut Pito.

Penggunaan ponton ini diharapkan bisa memudahkan menaikan barang karena bisa mengikuti pasang surut air sungai.

“Kalau pakai konstruksi tangga ke bawah, agak kesulitan karena selisih surut terjauh dan pasang tertinggi itu empat meteran,” kata Pito.

Kontruksi pelabuhan di sungai diakui memang harus berbeda karena mengikuti pasang surut air.

Terkait dengan penggantian jadi beton, menurut Pito, lebih efisien karena umurnya lebih  panjang dibandingkan dengan berbahan kayu.

“Untuk anggarannya bisa saja nanti sharing dana dengan perusahaan melalui CSR nya. Misalnya, kita pelabuhannya mereka menyediakan pontonnya,” ungkap Pito.

Tidak hanya untuk pelabuhan di Desa Sesayap, tapi juga desa lainnya seperti Sengkong, Menjelutung,  Bandan Bikis.

“Kalau untuk antar kecamatan, pelabuhan itu tanggung jawab Dinas Perhubungan Tana Tidung,” kata Pito.

Sudah saatnya, sambung KTT, bisa lebih baik lagi utamanya untuk pelabuhan karena itu tahun depan akan dilakukan revitalisasi.

“Satu atau dua tahun mendatang pelabuhan yang repersentatif di desa sudah bisa dinikmati,” tutup Pito.(ana/har)

  Editor : Azwar Halim
#kaltara #Tana Tidung