Hal ini disampaikan Ketua Dekranasda Tana Tidung Vamelia Ibrahim kepada Radar Tarakan usai menjadi narasumber kegiatan sosialisasi UMKM dan KUR yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tana Tidung, Selasa (17/10).
Vamelia Ibrahim berharap UMKM, IKM terus membenahi diri. Artinya masih banyak pekerja rumah yang belum dapat dilaksanakan.
“Tapi walaupun banyak PR PR, saya tidak pernah bosan untuk mendukung teman teman UMKM. Contohnya saja pembatik, dulu hanya satu pembatik sekarang sudah punya lima pembatik,” kata Vamelia yang juga istri Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.
Bahkan produksi batik Tana Tidung telah digunakan Bupati dan ASN di lingkungan Pemkab Tana Tidung.
“Saya juga meminta inisiasi agar menurunkan perbup penggunaan sesinggal dan batik KTT setiap Kamis untuk ASN,” ungkap Vamelia.
Karena itu, ketua TP PKK Tana Tidung, menginginkan para perajin batik bisa meningkatkan kreativitasnya. Terkait dengan modal usaha, salah satu bank pelat merah di Tana Tidung juga telah memberikan peluang.
“Mudah mudahan dengan adanya bantuan modal, UMKM nya semakin besar lah usaha mereka,” kata Vamelia.
Meski saat ini masih belum memiliki modal usaha yang kuat, produksi batik KTT laris manis. Pesanan tiap bulan bisa mencapai 20 sampai 30 helai.
“Tidak hanya pesanan dari OPD OPD di Tana Tidung tapi juga ada dari luar. Bahkan para pembatik kewalahan melayani pesanan, kadang kosong, atau habis,” beber Vamelia.
Selama ini, kata Vamelia, ia yang jadi pengepul hasil kain batik produksi perajin KTT.
“Saya tidak ambil untung, jadi memang untuk membantu UMKM,” ujar Vamelia.
Upaya ini dilakukan agar para peraji tetap terus berkarya dan tidak takut tidak terjual.
“Selama ini kan mereka terkendala modal, kalau ada modal saya yakin bisa produksi lebih banyak lagi,” jelas Vamelia.
Setelah membantik, selanjutnya Dekranasda akan fokus pengembangan kerajinan pembuatan tas berbahan daun pandan.(ana) Editor : Azwar Halim