Namun pelabuhan yang dibangun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Tana Tidung itu hanya untuk speedboat reguler.
Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Agus Bahtiar mengatakan, untuk pemindahan speedboat reguler berlabuh Pelabuhan Keramat masih menunggu arahan dari Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali.
“Kita rencanakan memang bulan Februari ini pelabuhan speedboat reguler pindah ke pelabuhan Keramat. Cuma untuk teknisnya kami masih menunggu arahan bupati, apakah harus ada acara sermonial atau bagaimana. Tunggu bupati pulang dulu,” kata Agus Bahtiar kepada Radar Tarakan, Rabu (1/2).
Jika dipindahkan, kata Agus, pelabuhan Tideng Pale hanya difungsikan untuk pelabuhan bongkar muat barang, sedangkan untuk speedboat non reguler masih menunggu arahan bupati.
“Untuk speedboat non reguler apakah tetap di pelabuhan Tideng Pale, atau ikut pindah ke pelabuhan Keramat masih menunggu arahan dari Bupati,” ujar Agus yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tana Tidung.
Agus mengatakan, pemindahan speedboat reguler ke Pelabuhan Keramat bertujuan memberikan kenyamanan kepada penumpang.
Sebab, sambung Agus, Pelabuhan Tideng Pale sudah tidak representatif lagi untuk penumpang.
Karena itu, dipindahkan ke Pelabuhan Keramat yang lebih representatif.
“Untuk fasilitas di pelabuhan Keramat ini standar lah, seperti kantin atau kios tempat berjualan juga ada,” kata Agus.
Namun ke depan tidak hanya itu, secara perlahan fasilitas yang ada akan ditingkatkan dan perencanaanya masih disusun oleh Dishub.
Sekadar informasi, saat ini ada tiga speedboat reguler yang melayani penumpang tujuan Tarakan dan sebaliknya yakni Harapan Baru, Minsen Express, dan Lumba-lumba Express.
Dengan jadwal rutin keberangkatan Harapan Baru dari Tideng Pale menuju Tarakan pukul 09.15 Wita,Minsen Express pukul 14.15 dan Lumba-lumba Express pukul 15.15 Wita.
Dengan harga tiket speedboat reguler dari Tana Tidung ke Tarakan Rp 235 ribu per penumpang.(ana) Editor : Sopian Hadi