Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tarif Dasar Air PDAM Sungoi Sesayap Naik 100 Persen

Azwar Halim • Rabu, 30 November 2022 | 10:28 WIB
(RADAR TARAKAN)  NAIK: Sejak 10 tahun terakhir, PDAM Tirta Sungoi Sesayap belum pernah melakukan penyesuaian tarif dasar air. Tampak instalasi pengolahan air (IPA) Ahmad Yani, Tideng Pale.
(RADAR TARAKAN) NAIK: Sejak 10 tahun terakhir, PDAM Tirta Sungoi Sesayap belum pernah melakukan penyesuaian tarif dasar air. Tampak instalasi pengolahan air (IPA) Ahmad Yani, Tideng Pale.
TANA TIDUNG – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sungoi Sesayap akan menerapkan tarif dasar air bersih yang baru pada pada Desember 2022.

Sebab, saat ini proses penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) terkait penyesuaian tarif dasar air bersih PDAM Tirta Sungoi Sesayap telah sampai ke Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Kaltara.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Sungoi Sesayap Winarno mengatakan,  proses penyesuaian tarif PDAM sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Saat ini pihaknya masih menunggu terbitnya Perbup Tana Tidung.

“Perbup (penyesuaian tarif dasar air bersih) masih proses harmonisasi di Bagian Hukum Provinsi Kaltara, setelah itu selesai baru dikembalikan ke Bagian Hukum Pemkab Tana Tidung untuk selanjutnya diterbitkan Perbupnya,” kata Winarno kepada Radar Tarakan, Senin pagi (28/11).

Sembari menunggu Perbup diterbitkan, pihaknya, kata Winarno, melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Ini dilakukan agar pelanggan tidak kaget ketika tarif baru diterapkan pada Desember 2022 atau Januari 2023 nanti.

“Insyaallah kalau berjalan lancar paling cepat Desember tahun ini tarif baru sudah bisa diterapkan atau paling lambat Januari 2023 nanti,” ungkap Winarno.

Adapun persentase kenaikan tarif dasar air bersih produksi perusahaan milik Pemkab Tana Tidung ini bervariasi berdasarkan range pemakaian. Seperti range pemakaian air bersih kategori rumah tangga, 0-10 M3 dari Rp 2.868 naik menjadi Rp 5.764 per kubik. Lalu, 10-20 M3 dari Rp 3.240 per kubik menjadi Rp 6.652 per kubik, sementara untuk range penggunaan di atas 20 M3 naik dari Rp 4.284 menjadi Rp 7.688 per kubik.

“Kenaikan tarif ini tidak hanya untuk kategori rumah tangga tapi semua kelompok, seperti sosial, niaga kecil maupun niaga besar, dengan rata-rata kenaikan 100 persen,” sebut Winarno.

Selain tarif dasar air bersih, perubahan tarif juga diterapkan pada pemasangan sambungan baru. Untuk ukuran watermeter ½ inchi Rp 2,5 juta. Ukuran 1 inchi Rp 7.305.000 dan ukuran watermater 2 inchi Rp 12.537.000.

Menurut Winarno, penyesuaian tarif ini dilakukan agar operasional PDAM Tirta Sungoi Sesayap bisa maksimal. Sebab,  sejak 10 tahun lalu hingga saat ini belum ada penyesuaian tarif baru. Kondisi ini dipastikan mempengaruhi pendapatan PDAM.

“Jika pendapatan PDAM tidak meningkat sementara biaya operasional besar, maka terjadilah minus pendapatan,” katanya.

Jika ini terjadi, sambung Wirnarno, akan mempengaruhi operasional PDAM ke depan. Karena itu, mau tidak mau kebijakan penyesuaian tarif ini harus dilakukan.

Pelanggan Minta Kualitas Air Diperhatikan Dulu

Rencana kenaikan tarif dasae air bersih PDAM hingga 100 persen direspons oleh pelanggan. Pelanggan keberatan jika tarif dasar air dinaikan hingga 100 persen.

Salah seorang warga, Purnama (35) mengatakan, selain kenaikan yang cukup tinggi kualitas airnya juga tidak bagus. Ia berharap jika PDAM ingin menaikan tarif dasar air, terlebih dahulu harus memperbaiki kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.

"Kami sebagai pelanggan PDAM tentu tidak keberatan jika ada kenaikan tarif, cuma selama ini kualitas air PDAM ini juga keruh dipakai nyuci saja kita kadang ragu karena keruh," jelasnya.

Bahkan, sambung dia, beberapa bulan terakhir ia tidak menggunakan air PDAM untuk memasak.

“Jangan kan memasak untuk menyuci saja kadang ragu karena air yang kuning,” keluhnya.

Ismanto (36) juga mengeluhkan hal yang sama. Telah lama ia mengeluhkan kualitas air PDAM yang keruh setiap hari dan terkadang tidak mengalir.

"Sejak menyambung air PDAM ini saya sudah mengeluh karena kondisi air yang keruh seakan tidak ada obat yang dipakai untuk menjernikan air," ujarnya.

Pihak PDAM, katanya, harus memberikan kualitas dan pelayanan ke pelanggan terutama pada air dimana saat ini kualitas sangat tidak baik alias keruh.

"Saya aja sampai kaget ketika isi air ke mesin cuci, airnya kaya tanah saja kuning, bagaimana mau nyuci sama saja kaya air sungai tidak ada jernih nya," keluhnya.

 

Jika pelayanan dan kualitas airnya masih seperti itu, pelanggan akan terus mengeluh karena untuk mandi pun tidak layak.

"Harusnya PDAM jangan hanya mau pelanggan membayar tepat waktu, perhatikan juga kualitas air nya agar pelanggan senang dan pembayaran pun lancar,"pintanya. (ana/rko/ana) Editor : Azwar Halim
#kaltara #pdam #Tana Tidung