Kementerian Agama (Kemenag) RI mengeluarkan surat edaran tentang vaksinasi meningitis yang tidak diwajibkan lagi bagi jemaah umrah.
Kepada wartawan, Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Tana Tidung, Andi Basri mengatakan, pada 15 November lalu pihaknya telah menerima surat edaran terkait suntik meningitis tersebut.
Dalam surat tersebut menjelaskan tentang surat edaran dari Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Nomor: HK.02.02/C.l/9325/2022 tanggal 11 November 2022 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis bagi Jemaah Haji dan Umrah dan Ketentuan Sekular Gaca tanggal 15 Rabiul Akhir 1444/09 November 2022.
"Di surat edaran itu disebutkan vaksinasi meningitis bukan lagi menjadi persyaratan keberangkatan ke Arab Saudi bagi jemaah umrah dan hanya menjadi kewajiban bagi jemaah haji," kata Andi Basri.
Namun bagi calon jemaah umrah yang memiliki riwayat kesehatan dengan memiliki penyakit tertentu (komorbid) tetap dianjurkan untuk melakulan suntik meningitis dan vaksinasi lainnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan demi memilihara kesehatan dan keselamatan jemaah umrah.
"Surat edaran yang sudah kami terima ini dalam waktu dekat kami sampaikan ke PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) dan ke masjid masjid untuk diumumkan kepada masyarakat," kata Andi Basri.
Di Tana Tidung, lanjut Andi Basri, ada empat PPIU yang masing masing hanya menempatkan koordinatornya.
Untuk selanjutnya menyosialiasikan kepada calon jemaah umrah.
"Di Tana Tidung memang tidak ada kantor cabang PPIU tapi koordinatornya ada. Mereka inilah yang menghimpun calon jemaah umrah di Tana Tidung untuk umrah melalui biro perjalanan umrah masing-masing," jelas Andi Basri.
Umat Islam di Tana Tidung, kata Andi Basri, beberapa bulan terakhir mulai kembali antusias melakukan perjalanan umrah pasca pandemi Covid-19.
"Bulan kemarin (Oktober) ada delapan orang yang mendaftar. Bulan ini sudah ada 15 yang mendaftar melalui biro perjalanan maupun yang datang ke Kemenag dan kami fasilitasi untuk mendaftar ke biro perjalanan yang bukan abal abal," ungkapnya.
Ia menambahkan, jemaah umrah yang terdaftar di Tana Tidung sebagian merupakan warga Sekatak, Kabupaten Bulungan.
"Mungkin lebih dekat ke Tana Tidung daripada ke Tanjung Selor. Makanya masyarakat Sekatak lebih memilih mendaftar lewat Tana Tidung. Tapi mayoritas yang mendaftar umrah tetap warga Tana Tidung," tutupnya.(ana) Editor : Sopian Hadi