Staf Perwakilan Kemendag RI, I Putu Budi mengatakan, pihak Kementerian Perdagangan sengaja turun melakukan pengecekan untuk memastikan kehadiran stok dan juga harga minyak goreng sesuai dengan HET. "Ini sesuai dengan intruksi kementerian untuk melakukan pemantauan langsung ke toko-toko, untuk memastikan stok minyak goreng ada atau tidak," ujarnya.
Ada delapan tempat yang menjadi sasaran pihaknya untuk memastikan harga sesuai HET dan berapa banyak stok yang ada di setiap toko saat ini. "Kami juga saat ini didampingi dengan Disperindagkop KTT, Satpol PP dan polisi agar memastikanlah rantai retribusi minyak goreng ini aman terkendali," katanya.
Diakuinya, dari hasil pantauan di delapan titik pantauan, kebutuhan untuk masyarakat diperkirakan masih cukup hingga sepekan ke depan. "Tapi memang harus dipasok ulang, karena di Kabupaten Tana Tidung ini belum ada distributornya, karena harus mengambil ke tempat lain. Tempat lain juga kan kita cek lagi ada apa tidak," jelasnya. (*) Editor : Muhammad Erwinsyah