Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ini Permintaan Danrem 092/Mrl soal PPKM Level 3 Tana Tidung

Muhammad Erwinsyah • Kamis, 17 Februari 2022 | 15:34 WIB
PAKAIAN ADAT: Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Rifki memakai atribut salah satu sub suku Dayak Kabupaten Malinau saat berkunjung ke Kodim 0910 Malinau. (Hadi Aris Iskandar/Radar Tarakan) 
PAKAIAN ADAT: Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Rifki memakai atribut salah satu sub suku Dayak Kabupaten Malinau saat berkunjung ke Kodim 0910 Malinau. (Hadi Aris Iskandar/Radar Tarakan) 
MALINAU - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) baru-baru ini menetapkan PPKM Level 3 untuk Kabupaten Tana Tidung. Atas perihal tersebut, Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 092/Maharajalila, Brigjen TNI Rifki meminta agar Pemerintah Kabupaten Tana Tidung segera lakukan tindakan isolasi dan menggenjot vaksinasi.



Danrem 092/Maharajalila, Brigjen TNI Rifki mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung khususnya Wakil Bupati Kabupaten Tana Tidung, Hendrik, SH., MH agar melakukan tindakan untuk mengisolasi masyarakat yang terkonfirmasi virus Covid-19. Dibutuhkan tindakan cepat tanggap agar penyebaran Covid-19, tidak menyebar ke masyarakat lainnya.

"Ya kalau memang positif, segera dilakukan isoman dan berikan pengobatan dengan melihat level gejala pasien yang positif tersebut. Kalau ringan hingga sedang, lakukan isoman. Jika pasien tersebut dengan level gejala sedang-berat segera ditangani di rumah sakit," kata Rifki.

Selain itu, ia juga lakukan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk tuntaskan penyaluran vaksin ke masyarakat. Sehingga jika masyarakat telah divaksin dan terinfeksi Covid-19, maka risiko akibat dari terinfeksi tersebut ringan daripada yang belum divaksin.

"Orang yang divaksin itu jauh lebih ringan efeknya ketika terinfeksi virus. Saya sendiri sudah pernah kena, tapi dengan status OTG (orang tanpa gelaja). Karena saya udah vaksin pertama dan kedua," tambahnya

Rifki kembali mengingatkan bahwa terletak perbedaan antara masyarakat yang sudah divaksin maupun belum divaksin ketika terinfeksi virus Covid-19. Di mana masyarakat yang belum vaksin, jika terinfeksi virus Covid-19 gejalanya akan lebih berat. "Karena itu seluruh daerah harus mencapai target 100 persen," tutupnya (*) Editor : Muhammad Erwinsyah
#danrem #COVID-19 #Tana Tidung