DI TENGAH proses perceraiannya dengan Edward Akbar, beredar kabar bahwa Kimberly Ryder melakukan kekerasan dengan memukuli anaknya.
Tak hanya itu, artis yang berulang tahun tiap tanggal 6 Agustus setiap tahunnya juga sempat dikabarkan pernah mendorong anaknya dengan kasar.
Terkait kabar tersebut, Kimberly Ryder secara tegas melayangkan bantahan. Dia mengaku berusaha memperlakukan anak-anaknya dengan baik, tidak mungkin bertindak kasar apalagi melakukan tindakan yang dapat membahayakan anaknya.
Baca Juga: Disambut Gembira, Telah Menyelesaikan Wajib Militernya
"Enak saja, nggak lah. Masuk rumah sakit donk (anak gua)," ujar Kimberly Ryder saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Rabu (16/10).
Machi Achmad selaku kuasa hukum menimpali, apabila benar Kimberly Ryder benar melakukan kekerasan yang bisa membahayakan si anak, dia yakin Edward Akbar akan membuat laporan polisi.
"Tapi sejauh ini tidak ada laporan di kepolisian. Itu kan hanya dugaan, asumsi. Kita juga menunggu laporan dari KPAI," tutur Machi Achmad.
Baca Juga: Orang Tua Saling Menjatuhkan Merusak Mental Anak
Dalam kesempatan itu, Kimberly Ryder mengungkapkan bahwa suaminya Edward Akbar mengalami emosi yang tidak stabil. Dia pun menyayangkan Edward kerap mengonsumsi obat anti depresan dalam rentang waktu lama.
"Edward minum obat antidepresi sejak ibunya meninggal. Anak laki-laki kehilangan ibunya sangat terpukul sekali. Itu sangat bisa dimengerti. Tapi ibunya kan meninggal tahun 2020, masak tetap dipakai sampai 2024. Itu kan terlalu berkepanjangan sekali," tuturnya.
Penggunaan obat anti depresan berkepanjangan diduga Kimberly Ryder berakibat negatif pada kondisi mentalnya. Emosi Edward Akbar juga jadi tidak stabii jadi naik turun.
Baca Juga: Akui Bisa Menyerang Balik Celine
"Mereka kan bilangnya agar bisa tidur pada malam hari," ucap Kimberly yang mengaku mengalami KDRT hingga Disekap Edward Akbar. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim