Ketersediaan sapi untuk hewan kurban di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) tidak bisa dijauhkan dengan sosok Suhartaty.
Pengusaha sapi asal Samarinda ini boleh dibilang sebagai pemegang kendali pasokan sapi kurban di dua daerah tersebut.
MELALUI bendera usaha "Sapi Sutha", perempuan yang biasa dipanggil Taty itu setia mendatangkan ribuan ekor sapi berkualitas langsung dari Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat.
Usaha yang dirintis sejak 2018 ini memiliki kandang utama yang strategis di area Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Tanah Merah, Samarinda.
Tak hanya itu, untuk memudahkan akses pembeli, Taty juga membuka kandang cabang di Jalan Wahid Hasyim sejak lima tahun lalu dengan daya tampung mencapai 400 ekor sapi.
"Begitu sapi datang di kandang utama, langsung dikirim ke pemesan. Baru sisanya kita bawa ke kandang cabang di Wahid Hasyim ini khusus untuk jelang Iduladha," ungkapnya.
Keberadaan kandang cabang tersebut menjadi etalase bagi calon pembeli yang ingin melihat langsung kualitas sapi kurban yang ditawarkan.
Reputasi Taty sebagai supplier besar dengan kualitas sapi NTT yang terjamin membuat banyak pelanggan mempercayakan kebutuhan kurban mereka.
Bahkan, jangkauan pasokan Sapi Sutha tak hanya terbatas di Kaltim, melainkan juga merambah daerah lain di Kalimantan Utara.
“Kita juga kirim ke Kabupaten Tana Tidung (KTT). Untuk di Kaltim, sudah kirim ke mana-mana juga. Kutai Kartanegara, Kutai Barat juga ada,” lanjutnya.
Keunggulan lain Sapi Sutha adalah komitmennya untuk hanya mendatangkan sapi-sapi terbaik langsung dari NTT.
"Sapi kita semua full ambil dari NTT. Kalau saya lihat, 80 persen sapi kita itu dari NTT, sisanya baru daerah Sulawesi. Kita ini kan masih sangat bergantung dari luar untuk kebutuhan sapi,” sebutnya.
Selain fokus pada momen Iduladha, dijelaskan Taty juga aktif dalam pemenuhan kebutuhan daging segar sehari-hari. Mereka rutin melakukan pemotongan sapi dan mendistribusikannya ke pasar-pasar.
Untuk menjaga ketersediaan stok, dia tak main-main dalam urusan logistik. Empat kali dalam sebulan, dua kapal khusus mengangkut sapi-sapi segar dari NTT menuju Kaltim.
Menjelang Iduladha, persiapan logistik ditingkatkan berlipat ganda. Dua bulan sebelum hari H, dia sudah mengantisipasi segala kemungkinan.
Tak hanya mengandalkan kapal reguler atau tol laut, ia juga menyewa (carter) kapal untuk memastikan pasokan sapi kurban tiba tepat waktu.
"Kalau tidak carter kapal, kita bisa enggak dapat sapi di sini. Soalnya kalau tol laut itu sudah ada jadwal dan izinnya. Jadi harus carter kapal," jelasnya.
Jumlah sapi yang didatangkan pun fantastis, mencapai ribuan ekor tergantung ukuran kapal carteran.
"Kalau pakai tol laut, satu kapal bisa muat 550 ekor sapi. Kalau carter, tergantung ukurannya, ada yang muat 600 sampai 1.200 ekor," imbuhnya.
Proses penyewaan kapal juga melibatkan kesepakatan yang matang, termasuk frekuensi pengiriman dalam dua bulan menjelang Iduladha, yang bisa mencapai tiga kali tergantung kesiapan daerah asal, proses karantina dan lain-lain.
Kabar baiknya, Taty menyebut masih memiliki dua kali pengiriman besar lagi khusus untuk memenuhi kebutuhan Iduladha tahun ini. Sapi-sapi yang tiba di kandang utama RPH Tanah Merah akan langsung didistribusikan ke berbagai daerah yang membutuhkan.
Sebagian kemudian ditarik ke kandang cabang di Jalan Wahid Hasyim untuk dijual langsung kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim