SAMARINDA – Neraca perdagangan Kaltim pada Februari 2025 tampaknya mencatatkan angka yang menggembirakan. Sebab rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan bahwa nilai ekspor Kaltim mengalami lonjakan sebesar 7,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Angka itu tentu menjadi angin segar setelah sempat ada kekhawatiran akan adanya perlambatan ekonomi global.
"Nilai ekspor Kaltim pada Februari 2025 tercatat mencapai USD 1.810,01 juta, meningkat cukup tajam dari USD 1.678,22 juta pada Januari 2025," papar Kepala BPS Kaltim Yusniar Juliana, akhir pekan lalu.
Kenaikan didorong oleh performa apik dari sektor migas maupun nonmigas. Kedua sektor andalan Kaltim itu sama-sama menunjukkan tren positif, memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai ekspor secara keseluruhan.
"Secara rinci, nilai ekspor migas Kaltim pada Februari 2025 tercatat sebesar USD 217,58 juta. Angka ini melonjak sebesar 25,11 persen jika dibandingkan dengan nilai ekspor migas pada Januari 2025 yang hanya sebesar USD 173,91 juta," lanjut Yusniar.
Sementara itu, sektor nonmigas juga tak kalah mentereng. Nilai ekspornya mencapai USD 1.592,43 juta, atau naik sebesar 5,86 persen dibandingkan capaian Januari 2025 sebesar USD 1.504,31 juta. Lebih dalam lagi, peningkatan nilai ekspor migas ternyata disumbang oleh kinerja gemilang ekspor gas. "Pada Februari 2025, nilai ekspor gas Kaltim meroket hingga 117,88 persen, dari USD 65,05 juta pada Januari 2025 menjadi USD 141,73 juta," kata Yusniar.
Kenaikan fantastis tersebut menjadi motor utama pertumbuhan sektor migas secara keseluruhan. Sayangnya, tren positif ekspor gas tidak diikuti oleh ekspor hasil minyak. Pada periode yang sama, nilai ekspor hasil minyak Kaltim justru mengalami penurunan yang cukup signifikan, yakni sebesar 30,32 persen.
Nilainya menyusut dari USD 108,86 juta pada Januari 2025 menjadi USD 75,85 juta pada Februari 2025. Penurunan itu perlu menjadi perhatian dan kajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, kinerja ekspor Kaltim pada Februari 2025 masih menunjukkan tren positif. Nilai ekspor tercatat naik sebesar 2,45 persen, dari USD 1.766,64 juta pada Februari 2024 menjadi USD 1.810,01 juta pada Februari 2025. Meskipun tidak terlalu besar, kenaikan menunjukkan bahwa sektor ekspor Kaltim masih memiliki daya tahan.
Kendati demikian, jika dilihat secara kumulatif selama periode Januari–Februari 2025, nilai ekspor Kaltim masih mencatatkan penurunan. "Total nilai ekspor pada dua bulan pertama tahun ini tercatat sebesar USD 3.488,23 juta, atau turun sebesar 6,06 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024," kata dia.
Penurunan kumulatif mengindikasikan bahwa meskipun ada peningkatan signifikan pada Februari, kinerja ekspor pada Januari lalu masih memberikan dampak negatif terhadap total ekspor di dua bulan pertama tahun ini. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim