BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman meskipun terjadi kenaikan harga saat momentum hari besar keagamaan seperti Lebaran lalu.
Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, menyebutkan bahwa karakteristik konsumsi masyarakat Balikpapan cukup unik dan menjadi perhatian khusus pihaknya.
“Di Balikpapan itu yang penting barangnya ada, berapa pun harganya pasti dibeli. Itu yang menjadi perhatian kami,” ujarnya, pada Kamis (10/4).
Menurut Haemusri, posisi strategis Balikpapan sebagai salah satu pusat distribusi nasional memberikan tantangan sekaligus peluang tersendiri. Selain karena keberadaan proyek strategis nasional seperti Refinery Development Master Plan (RDMP), tingginya aktivitas ekonomi turut menarik banyak pekerja dari luar daerah.
Pada momentum Lebaran kemarin, Haemusri mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu seperti cabai rawit dan daging. Namun, untuk komoditas pokok seperti beras, harga relatif stabil.
“Setelah hari besar, harga juga tidak langsung turun drastis, tapi cenderung stabil,” ungkapnya.
Guna menjaga kestabilan harga, Pemkot Balikpapan terus mengoptimalkan peran Perusahaan Umum Daerah (Perumda) serta toko penyeimbang yang telah beroperasi di sejumlah titik strategis.
“Perumda harus memaksimalkan potensi pangan dengan kerja sama antar daerah, serta hadir langsung di masyarakat, baik dengan membuka gerai sendiri atau bermitra dengan warga,” kata Haemusri.
Ia menjelaskan, salah satu upaya konkret adalah pendirian toko penyeimbang di Pasar Klandasan, yang berfungsi sebagai penyeimbang harga di tengah gejolak pasar.
“Toko penyeimbang ini sebagai pembanding harga, membantu masyarakat mendapatkan barang sesuai harga eceran tertinggi (HET). Keberadaannya menekan harga agar tidak melonjak signifikan,” tambahnya.
Haemusri juga menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara distributor, Perumda, dan daerah penghasil agar pasokan tetap lancar dan harga tetap stabil.
“Kuncinya komunikasi yang baik dengan daerah penghasil, agar stok aman dan harga stabil,” pungkasnya. (ms/jnr)
Editor : Azwar Halim