Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Impor dan Investasi Domestik Melambat, Ekspor Batu Bara Dongkrak PDRB Kaltim 2024

Radar Tarakan • Jumat, 28 Maret 2025 | 09:00 WIB

 

RAMA SIHOTANG/KP AKSELERASI: Komponen ekspor terakselerasi menjadi 7,40 ctc. Utamanya didorong oleh peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok.
RAMA SIHOTANG/KP AKSELERASI: Komponen ekspor terakselerasi menjadi 7,40 ctc. Utamanya didorong oleh peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok.

SAMARINDA - Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2024 menunjukkan dinamika yang menarik. Ekspor batu bara yang melonjak ke Tiongkok menjadi motor penggerak utama pertumbuhan, namun di sisi lain, impor dan investasi domestik (PMDN) mengalami perlambatan.

Data dari Bank Indonesia Kaltim menunjukkan bahwa komponen ekspor menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim, dengan pangsa mencapai 40,44 persen.

Peningkatan permintaan batu bara dari Tiongkok menjadi faktor dominan di balik kinerja ekspor yang cemerlang tersebut. Ekspor batu bara menjadi penyelamat ekonomi Kaltim di tengah perlambatan sektor lainnya.

“Komponen ekspor terakselerasi dari 5,70 persen cumulative to cumulative (ctc) menjadi 7,04 persen ctc, utamanya didorong oleh peningkatan permintaan baru bara dari Tiongkok,” beber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Budi Widihartanto.

Namun, di balik gemerlapnya ekspor, terdapat perlambatan pada komponen impor dan investasi domestik.

Impor barang konsumsi terkontraksi 7,42 presen year on year (yoy), sejalan dengan melambatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga menjadi 4,81 persen (ctc). Selain itu, impor migas juga mengalami penurunan sebesar 14,14 persen (yoy).

Investasi domestik (PMDN) juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih lambat, yaitu 5,57 persen (yoy), dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 31,76 persen (yoy).

Perlambatan itu turut berdampak pada sektor konstruksi, yang pertumbuhannya melambat seiring dengan termoderasinya pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Dari sisi lapangan usaha, sektor pertambangan dan penggalian masih mendominasi PDRB Kaltim dengan pangsa sebesar 38,38 persen. Pertumbuhan sektor ini mencapai 6,75 persen (ctc), didorong oleh peningkatan produksi batu bara.

Sektor lain yang mencatatkan pertumbuhan positif adalah perdagangan besar dan eceran (8,57 persen ctc), penyediaan akomodasi dan makan minum (11,67 persen ctc), dan administrasi pemerintahan (16,48 persen ctc).

“Andil pertumbuhan dari sisi lapangan usaha terbesar masih disumbangkan dari ekspor dan impor. Sejalan dengan share-nya, komponen pengeluaran yang menyumbangkan andil pertumbuhan tertinggi pada keseluruhan tahun ialah ekspor dan impor yang secara berturut-turut mencatatkan andil 7,71 persen ctc dan 5,17 persen ctc,” ungkap Budi.

Lebih lanjut, dijelaskan jika komponen yang menyumbangkan andil tertinggi selanjutnya ialah PMTB sebesar 2,43 persen ctc, konsumsi rumah tangga 0,70 persen ctc, dan konsumsi pemerintah 0,46 presen ctc.

Meskipun ekonomi Kaltim masih tumbuh positif, pemerintah daerah perlu mewaspadai perlambatan pada komponen impor dan investasi domestik.

Diversifikasi ekonomi dan peningkatan investasi di sektor non-tambang menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kaltim. (kpg/jnr)

Editor : Azwar Halim
#samarinda #investasi #impor #ekspor batu bara