SAMARINDA - Jembatan Mahakam I akan ditutup sementara. Arus kendaraan dari Samarinda Seberang menuju kota akan dialihkan ke jembatan yang berdiri disebelahnya, Jembatan Mahakam Kembar IV.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Irhamsyah, mengatakan pengalihan ditempuh untuk mempersiapkan investigasi kelayakan jembatan yang berdiri sejak 1987 itu.
"Untuk sementara dialihkan untuk mempermudah investigasi," katanya di sela-sela tinjauan kesiapan rekayasa lalu lintas di Jembatan Mahakam IV, Selasa (25/2).
Penutupan sementara serta pengalihan arus lalu lintas itu akan berlaku selama dua pekan depan sejak Kamis (27/2) nanti.
Penutupan sementara itu bisa diperpanjang, bergantung berapa lama tim investigasi dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) dari Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bekerja.
Saat ini, lanjut Irham, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim baru saja mengajukan surat resmi untuk meminta pemeriksaan kondisi Mahakam I imbas ditabrak tongkang bermuatan kayu pada Minggu (15/2).
Fender atau pelindung pilar jembatan hancur tak bersisa imbas tabrakan. Tak hanya itu, expansion joint atau sambungan siar muai pun mengalami sedikit pergeseran. Hasil pemeriksaan awal BBPJN ada pergeseran sekitar 9 milimeter dari kejadian itu.
"Kami belum bisa dipastikan kapan KKJTJ akan turun. Pemerintah hanya memastikan keamanan masyarakat yang melintas," terangnya.
Rambu-rambu hingga spanduk pemberitahuan akan dibentangkan di sejumlah titik.Sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi terkait penerapan dua jalur lalu lintas di Jembatan Mahakam Kembar IV.
Pun demikian dengan pengamanan di ruas-ruas strategis juga sudah disiapkan Dishub Kaltim.
"Kami juga akan merapikan area tikungan di sekitar Taman PLN," tambahnya.
Kejadian ditabraknya Jembatan Mahakam I pada 15 Februari lalu bukan yang kali pertama. Dishub mencatat, sudah 22 kali jembatan ini dihantam kapal. Selain memastikan arus kendaraan yang melintas, pengaturan lalu lintas kapal yang melewati jembatan juga diperketat. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim