Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Liburan Nataru Makin Terjangkau, Imbas Penurunan Tiket Pesawat 10 Persen

Radar Tarakan • Sabtu, 30 November 2024 | 10:00 WIB

 

KP MOMENTUM: Penurunan harga tiket pesawat untuk momen Nataru diperkirakan membuat kunjungan pelancong ke Kaltim meningkat. Baik itu ke kawasan wisata di Berau, maupun IKN yang dianggap masih membuat
KP MOMENTUM: Penurunan harga tiket pesawat untuk momen Nataru diperkirakan membuat kunjungan pelancong ke Kaltim meningkat. Baik itu ke kawasan wisata di Berau, maupun IKN yang dianggap masih membuat

SAMARINDA – Harga tiket pesawat terbang selama momen libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) berpotensi turun.

Itu seiring keputusan Kementerian Perhubungan memangkas biaya pelayanan penumpang atau pajak bandara sebesar 50 persen. Hal itu demi menurunkan harta tiket pesawat hingga 10 persen.

Pelayanan yang didiskon 50 persen salah satunya adalah jasa penumpang pesawat (PJP2U) atau biasa dikenal Passenger Service Charge (PSC).

Diskon tarif ini berlaku selama periode Nataru. Adapun periode Nataru yang dimaksud terbatas pada penerbangan pada 19 Desember 2024 hingga 3 Januari 2025, dengan periode pemesanan tiket pesawat mulai 25 November 2024.

Rencana tersebut mendapat tanggapan positif dari pelaku industri pariwisata. Ketua Dewan Pimpinan Daerah Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (DPD ASITA) Kaltim Syarifuddin Tangalindo menyambut baik hal itu.

Kebijakan tersebut sangat berpotensi mengerek angka kunjungan wisatawan ke Kaltim. Apalagi, sampai saat ini Ibu Kota Nusantara (IKN) masih jadi magnet wisata.

"Sangat patut disyukuri dengan adanya penurunan harga tiket ini. Biaya perjalanan wisata, komponen besar ‘kan ada di transportasi. Jadi bisa memangkas. Apalagi saat ini orang sangat tertarik dan penasaran sama IKN. Orang enggak akan pikir panjang datang ke sini. Sekarang saja orang masih terus berdatangan," bebernya.

Sehingga kesiapan destinasi utamanya terkait pelayanan yang harus dimaksimalkan.

"Hospitality itu harus tinggi. Penurunan harga tiket ini jadi pengurangan biaya yang cukup signifikan. Membuat orang berbondong-bondong datang, dan saya yakin itu akan terjadi. Akan jadi kelemahan kita kalau pelayanan tidak maksimal," lanjut dia.

Pihaknya berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Agar memberi pengalaman terbaik pula pada wisatawan yang datang. Dia juga menegaskan agar masyarakat lokal juga turut mendukung dengan memeriahkan destinasi setempat.

"Tagline-nya adalah #DiKaltimAja. Berharap bisa menarik wisatawan luar Kaltim. Dan sebaliknya, yang di Kaltim ya tetap di sini, enggak ke mana-mana. Supaya uang berputar di sini," lanjut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kaltim itu.

Dia juga menilai, pengembangan wisata daerah semakin masif. Dari segi fisik atau keindahan juga tak kalah saing dengan wisata di luar Kaltim. Termasuk Berau yang juga jadi salah satu destinasi unggulan. Tak kalah cantik dan jadi incaran wisatawan dunia.

"Ini juga kaitannya dengan harga tiket pesawat ke Berau yang sering dikeluhkan karena mahal. Lebih murah ke luar Kaltim. Mudah-mudahan ya termasuk ke Berau juga penurunan tiketnya. Supaya benar-benar menarik wisatawan baik dari luar dan lokal di kita," tutupnya. (dwi/jnr)

Editor : Azwar Halim
#samarinda #10 persen #liburan nataru #tiket pesawat #penurunan #terjangkau