Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ekonomi Kaltim Tumbuh Signifikan, Meski di Tengah Fluktuasi Harga Batu bara

Radar Tarakan • Senin, 4 November 2024 | 10:00 WIB

 

DOK/KP FLUKTUASI HARGA: Meski mengalami fluktuasi harga batu bara, ekonomi Kaltim tetap tumbuh signifikan.
DOK/KP FLUKTUASI HARGA: Meski mengalami fluktuasi harga batu bara, ekonomi Kaltim tetap tumbuh signifikan.

SAMARINDA – Ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) menunjukkan kinerja yang cukup solid pada 2023, meski dihadapkan pada tantangan fluktuasi harga komoditas unggulan seperti batu bara.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bumi Etam atas dasar harga berlaku mencapai Rp 843,57 triliun. Sementara itu, jika dilihat dari harga konstan, PDRB mengalami peningkatan menjadi Rp 537,63 triliun.

PDRB merupakan salah satu indikator untuk melihat kinerja perekonomian yang mencerminkan seluruh nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam periode tertentu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Yusniar Juliana menyebut, PDRB juga salah satu indikator untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, kesempatan kerja yang produktif dan menyeluruh, serta pekerjaan yang layak untuk semua.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim ini didorong oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah peningkatan investasi.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 11,48 persen.

Selain itu, konsumsi pemerintah juga mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 36,40 persen.

“Pada 2023, besaran PDRB Kaltim atas dasar harga berlaku Rp 843,57 triliun, lebih rendah dibanding tahun sebelumnya (Rp 921,45 triliun). Karena dipengaruhi oleh penurunan harga beberapa komoditas utama Kaltim seperti batu bara, harga minyak bumi, dan gas alam,” lanjut Yusniar.

Kinerja ekonomi Kaltim masih cukup menggembirakan, mengingat kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.

Sektor pertambangan, khususnya batu bara, masih menjadi tulang punggung perekonomian Kaltim.

Namun, penurunan harga batu bara secara global pada tahun 2023 sedikit menghambat pertumbuhan sektor ini. Meski demikian, peningkatan volume ekspor batu bara berhasil menopang kinerja sektor pertambangan.

"Perkembangan laju pertumbuhan ekonomi Kaltim selama periode 2018-2023 menunjukkan pola yang cenderung fluktuatif. Secara umum ekonomi Kaltim pada periode tersebut tumbuh positif. Kecuali 2020 yang terkontraksi 2,90 persen akibat pandemi,” beber Yusniar berdasarkan data Publikasi Statistik Daerah 2024.

Meski demikian, pada tahun selanjutnya kinerja ekonomi Bumi Etam pada 2021 mampu tumbuh positif di level 2,55 persen.

Kemudian percepatan 4,48 persen pada 2022 dan terus naik hingga 6,22 persen pada 2023. Lapangan usaha dari pertambangan dan penggalian masih mendominasi dengan sumbangsih 43,19 persen.

Sebagai wilayah yang andalkan kinerja dari komoditas ekspor primer, perekonomian Kaltim masih dipengaruhi kinerja ekspor komoditas nonmigas.

Pada 2023, kontribusi komponen net ekspor barang dan jasa dalam perhitungan PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB) dari sisi pengeluaran mencapai 45,27 persen dengan nilai ADHB mencapai Rp 381,89 triliun.

“Nilai tersebut lebih rendah dari 2022 yang tercatat Rp 526,37 triliun. Penurunan tersebut utamanya disebabkan oleh turunnya harga batu bara secara global. Berdasarkan harga batu bara acuan (HBA), dari Kementerian ESDM rata-rata HBA 2023 turun 27 persen dari USD 276,58 per ton di 2021 menjadi USD 201,15 per ton pada 2022,” terangnya.

Meski mengalami penurunan, namun secara volume ekspor batu bara meningkat. Sehingga mendorong meningkatkan komponen net ekspor atas dasar harga konstan dari Rp 271,46 triliun di 2022 menjadi Rp 276,81 triliun tahun lalu.

Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang positif, Kaltim masih dihadapkan pada sejumlah tantangan ke depan.

Salah satunya adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan. (dwi/jnr)

Editor : Azwar Halim
#samarinda #ekonomi #fluktuasi #PDRB #kaltim