SEBUAH mobil dinas milik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta, Bontang Lestari, pada Jumat (18/10).
Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah sepeda motor yang menyebabkan salah satu korban meninggal dunia.
Menurut informasi yang dihimpun, mobil dinas dengan pelat merah KT 1262 D tersebut dikemudikan oleh seorang staf Satpol PP berinisial Z. Saat kejadian, Z baru saja kembali dari tugas dinas di Kutai Kartanegara.
Di mana ia bersama lima rekannya mengikuti studi penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) pasca Pemilihan Kepala Daerah. Mereka menggunakan dua kendaraan, salah satunya mobil dinas yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kapolres Bontang AKBP Alex Frestian Lumban Tobing melalui Kasat Lantas Polres Bontang AKP MD Djauhari mengonfirmasi bahwa mobil dinas tersebut sedang dalam perjalanan menuju kota ketika kecelakaan terjadi.
"Pengemudi mobil kaget karena pengendara sepeda motor menyenggol bagian depan mobil, sehingga menyebabkan motor yang dikendarai dua orang terpental," ujarnya.
Akibat kejadian ini, salah satu korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Mobil dinas tersebut sudah diamankan sebagai barang bukti. "Proses pemeriksaan masih berlangsung sesuai prosedur," tambah AKP MD Djauhari.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Bontang, Ahmad Yani, membenarkan bahwa salah satu stafnya terlibat dalam kecelakaan ini.
"Benar, ada staf kami yang terlibat kecelakaan di Bontang Lestari," ungkapnya saat dikonfirmasi pada Senin (21/10).
Ia juga menjelaskan bahwa staf yang terlibat, berinisial Z, saat ini masih berada di Polres Bontang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Ahmad Yani sendiri mengaku belum mengetahui kronologi detail dari insiden tersebut karena pada saat kejadian dirinya berada di Pontianak, Kalimantan Barat.
"Saya belum bisa memberikan informasi lebih rinci mengenai kejadian ini, karena saya berada di luar kota saat itu," ujarnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan kendaraan dinas milik pemerintah. Proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan dan memastikan bahwa semua prosedur hukum berjalan dengan baik.
Pihak keluarga korban yang meninggal dunia masih dalam suasana duka, dan masyarakat berharap agar kasus ini dapat segera diselesaikan secara adil.
Di sisi lain, insiden ini juga menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, terutama saat melintas di jalan yang ramai kendaraan.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas di Bontang yang melibatkan kendaraan bermotor.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. (kpg/jnr)
Editor : Azwar Halim