Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tata Ruang Laut Teluk Balikpapan Jadi Pintu Gerbang IKN, Kementerian Kelautan dan Perikanan Belajar dari Xiamen di Tiongkok

Radar Tarakan • Rabu, 24 Juli 2024 | 13:50 WIB
FOTO: ISTIMEWA PELATIHAN SINGKAT: Perwakilan KKP dan kementerian/lembaga terkait mengikuti training di Tiongkok.
FOTO: ISTIMEWA PELATIHAN SINGKAT: Perwakilan KKP dan kementerian/lembaga terkait mengikuti training di Tiongkok.

 

BALIKPAPAN – Rencana pengelolaan ruang laut di Teluk Balikpapan semakin matang dengan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut (PKRL).

Langkah ini dilakukan dalam upaya mengoptimalkan penataan pesisir dan laut di pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan fokus pada ekonomi biru.

Kerjasama untuk perencanaan ini melibatkan Tim Fujian Institute for Sustainable Ocean (FISO) dari Xiamen University, Tiongkok.

Direktur Jenderal PKRL KKP, Victor Gustaaf Manoppo, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan dan workshop terkait pengelolaan ruang laut ini berlangsung di Xiamen University pada 10 hingga 15 Juli 2024 lalu.

"Teluk Balikpapan memiliki peran strategis sebagai kawasan perairan penyangga IKN, yang membutuhkan penataan khusus mengingat potensi ekosistemnya dan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut," ujar Victor dalam keterangan tertulis, Senin (22/7).

Selain itu, kerjasama ini juga melibatkan Dekan FISO Xiamen University, Profesor Xue Xiongzhi, yang membagikan pengalaman Xiamen dalam penerapan Integrated Coastal Management selama 30 tahun.

Prinsip ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan sosial, ekonomi, dan ekologi dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan laut.

"Saat ini, KKP sedang melakukan review terhadap Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional Sasamba, yang mencakup Teluk Balikpapan, untuk memastikan keberlanjutannya," tambah Victor.

Pelaksana Tugas Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP, Suharyanto, menegaskan bahwa pembelajaran dari Xiamen menjadi penting dalam menentukan arah perencanaan ruang laut di Teluk Balikpapan.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang menekankan pentingnya sinergi dalam mendukung program ekonomi biru.

Sebelumnya, kunjungan Tim FISO Xiamen University ke Balikpapan pada Februari 2024 lalu telah memberikan masukan berharga untuk penyusunan masterplan Teluk Balikpapan.

Ini melibatkan pemangku kepentingan dan dukungan dari kalangan akademisi serta pakar yang berpengalaman dalam pembangunan berkelanjutan.

Kerjasama lintas negara ini juga merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Agreement yang telah ditandatangani antara Ditjen PKRL KKP dengan China Oceanic Development Foundation of People’s Republic of China pada Desember 2023 di Xiamen.

Diskusi dan kunjungan lapangan dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai isu-isu strategis dalam pemanfaatan ruang di Teluk Balikpapan, termasuk dialog dengan berbagai pihak terkait seperti komunitas nelayan dan perusahaan energi. (kip/jnr)

Editor : Azwar Halim
#tiongkok #IKN #Laut Teluk Balikpapan #kaltim #balikpapan