Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Berharap Tambahan Rute Penerbangan, Usulkan Penerapan Kebijakan Subsidi Tiket Pesawat

Radar Tarakan • Rabu, 17 Juli 2024 | 10:00 WIB

 

 

KP BERJUANG: Untuk menekan tingginya harga tiket pesawat di dalam negeri, Pemkot Balikpapan telah bersurat ke pemerintah pusat.
KP BERJUANG: Untuk menekan tingginya harga tiket pesawat di dalam negeri, Pemkot Balikpapan telah bersurat ke pemerintah pusat.

BALIKPAPAN – Tingginya harga tiket pesawat domestik menjadi sorotan. Masyarakat banyak mengeluh. Bahkan membandingkan harga tiket ke luar negeri seperti ke Malaysia yang jauh lebih murah daripada bepergian di dalam negeri. Hanya ratusan ribu saja sudah bisa ke luar negeri, sedangkan di dalam negeri mesti merogoh kocek jutaan rupiah.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, pemerintah daerah telah mengajukan permohonan penting untuk penambahan rute-rute baru dan jumlah penerbangan dalam negeri. Lewat langkah ini, diharapkan dapat menekan harga tiket pesawat yang semakin mahal karena menjadi hambatan bagi perkembangan sektor pariwisata lokal.

Dalam kondisi saat ini menunjukkan bahwa minat masyarakat Balikpapan untuk melakukan perjalanan langsung ke luar negeri masih rendah, itu juga sebanding dengan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Balikpapan.

"Memang ada banyak hal yang menyebabkan mahalnya harga tiket itu, tetapi dengan semakin banyak rute dan penerbangan mestinya harga tiket bisa tekan. Itu kita sudah bersurat juga ke pusat," tuturnya, Senin (15/7).

Di samping itu, pasca pandemi atau new normal pemerintah menggalakkan travel pattern. Travel pattern adalah suatu pola perjalanan di mana wisatawan bisa berkunjung ke suatu destinasi ke destinasi lain yang ada di sekitar dalam satu paket wisata.

Konsep yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini bertujuan mendorong peningkatan daya saing dalam sektor pariwisata. Melalui pola perjalanan yang dikemas dengan lebih fantastis dan menarik.

"Dengan travel pattern tidak hanya memberikan pengalaman lebih bagi wisatawan. Pengadaan pola perjalanan ini juga dilakukan untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Dan mendorong agar lebih banyak orang melakukan penerbangan antar daerah," kata Ratih

Beberapa destinasi sudah pula mengunggulkan travel pattern. Seperti Jogjakarta, Solo dan Semarang (Joglosemar). Travel pattern Joglosemar menjadikan Candi Borobudur sebagai epicentrum atau daya tarik utamanya. Tidak hanya mengembangkan yang sudah ada, diharapkan konsep travel pattern juga menaikkan pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif yang baru.

Pasalnya, lalu lalang wisatawan dari satu titik travel pattern ini ke titik lain akan membuka peluang pengadaan tempat singgah, pusat oleh-oleh, restoran, hingga desa wisata. Dengan begitu, daerah di sekitar wilayah travel pattern turut merasakan efeknya.

"Ya kita dorong travel pattern di Balikpapan ini, apalagi ke depan ada IKN (Ibu Kota Nusantara) jadi kita juga lakukan mapping dan bisa dikembangkan dengan daerah sekitarnya juga, misalnya Balikpapan ke Berau, ataupun daerah lainnya," ucapnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto menuturkan, selain biaya avtur yang tinggi, di saat sedang ramai seperti saat musim liburan harga tiket kerap begitu melonjak. Begitupun dalam kondisi tertentu, seperti beberapa waktu lalu untuk penerbangan ke Balikpapan harga tiket pesawat juga meningkat.

Padahal, menurutnya harga tiket pesawat mesti dapat ditekan agar semakin banyak pula tamu yang datang. "Saya dengar dari kawan, ada kebijakan subsidi tiket pesawat yang diterapkan oleh negara-negara tetangga seperti Malaysia, membuat harga tiket ke sana jauh lebih terjangkau," kata Soegianto.

"Apakah Indonesia bisa memberikan subsidi juga? Terkait itu saya tidak bisa berbicara lebih panjang, hanya saja tentu ada perhitungan. Bila saja penerbangan domestik itu disubsidi maka saya yakin perekonomian akan cepat meningkat pula," tambahnya.

Soegianto juga mengetahui pemerintah Balikpapan sudah melakukan pertemuan dan bersurat kepada pihak terkait terkait mahalnya harga tiket tersebut. Dia meyakini jika harga tiket pesawat dapat ditekan, maka kegiatan semakin marak pula diadakan di daerah dan tamu bisa banyak berkunjung. Dengan harga tiket murah otomatis pengunjung akan naik begitupun dengan ekonomi masyarakat berdampak positif.

Soegianto menyampaikan optimisme bahwa dengan adanya IKN dan penambahan rute penerbangan baru, prospek pariwisata Balikpapan dapat meningkat. Tiket yang lebih terjangkau membawa lonjakan kunjungan wisatawan ke Balikpapan, yang juga akan mendongkrak perekonomian lokal secara positif.

"Untuk sekarang, wisatawan yang datang ke Balikpapan untuk berlibur masih jarang, kondisinya berbeda lah dengan tahun 1980-an itu memang banyak ekspatriat juga, kalau saat ini wisatawan masih didominasi kebutuhan tamu meeting incentive convention and exhibition (MICE)," bebernya.

Sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyatakan, telah membentuk satuan tugas (satgas) penurunan harga tiket pesawat.

"Kami telah mengadakan rapat koordinasi dan menetapkan sembilan langkah strategis, termasuk evaluasi biaya operasional pesawat, untuk menghadapi tantangan ini," ungkap Sandiaga.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa evaluasi operasional biaya pesawat merupakan salah satu dari beberapa langkah yang sedang disiapkan untuk efisiensi penerbangan.

"Kami juga sedang merumuskan strategi untuk mengurangi biaya operasional dengan mempertimbangkan jenis pesawat dan layanan penerbangan," tambah Luhut. (ndu/jnr)

Editor : Azwar Halim
#kaltim #balikpapan #tiket pesawat