BALIKPAPAN - Sebagai pusat industri dan perdagangan, Balikpapan mencatatkan dinamika yang menarik dalam data ekspor dan impor pada Mei 2024. Merujuk data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, nilai ekspor kota ini mencapai USD 409,05 juta atau mengalami penurunan sebesar 13,35 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Disampaikan oleh Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto, penurunan nilai ekspor ini sebagian besar dipengaruhi oleh kondisi global dan fluktuasi harga komoditas utama. Meski demikian, ia berkata ada beberapa sektor ekspor masih menunjukkan performa yang solid, termasuk sektor nonmigas yang tetap menjadi penopang utama ekspor Kota Minyak.
Sementara itu, nilai impor Balikpapan pada Mei 2024 mencatatkan lonjakan signifikan, mencapai USD 348,38 juta, yang menunjukkan kenaikan sebesar 19,45 persen dibandingkan dengan April 2024. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya impor migas dan nonmigas, masing-masing sebesar 14,89 persen dan 33,20 persen.
BPS Balikpapan mencatat bahwa nilai impor migas pada Mei 2024 mencapai USD 251,51 juta, naik bila dibandingkan pada April 2024 yang hanya USD 218,91 juta.
"Kenaikan nilai impor migas terutama disebabkan oleh peningkatan impor minyak mentah dan gas," ungkap Marinda.
Meski begitu, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, nilai impor migas mengalami penurunan tajam sebesar 31,16 persen, yang dipengaruhi oleh turunnya impor minyak mentah. Di sisi lain, nilai impor nonmigas Balikpapan juga mengalami kenaikan pada Mei 2024, mencapai USD 96,87 juta dari sebelumnya USD 72,73 juta pada April 2024.
"Peningkatan ini tercermin dari berbagai sektor nonmigas yang mengalami permintaan yang stabil," ujarnya. Secara terperinci, data BPS mencatat impor Balikpapan dari 10 negara utama mengalami lonjakan signifikan, terutama dari Tiongkok, Singapura, dan Jepang. Impor dari Tiongkok meningkat sebesar 272,12 persen, Singapura naik 57,24 persen, dan Jepang naik 40,41 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kontribusi negara-negara pemasok utama ini menjadi faktor penting dalam dinamika perdagangan Balikpapan. Dia menambahkan, bahwa singkatnya, kenaikan impor ini mencerminkan kebutuhan industri dan konsumen lokal akan berbagai jenis barang impor.
Dalam hal neraca perdagangan, pada Mei 2024, Balikpapan mencatatkan surplus sebesar USD 60,67 juta. Surplus ini didukung oleh kinerja sektor nonmigas yang terus stabil. Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2024, sektor nonmigas berhasil mencatatkan surplus sebesar USD 1.728,22 juta, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar USD 720,05 juta.
Hal ini menunjukkan, kondisi ekspor dan impor Balikpapan pada Mei 2024 terdapat dinamika yang cukup kompleks, di mana meskipun terjadi penurunan nilai ekspor, nilai impor mengalami peningkatan yang signifikan, terutama pada sektor migas.
"Meskipun terdapat tantangan dari fluktuasi harga global, Balikpapan berhasil mempertahankan keseimbangan neraca perdagangan yang positif, terutama berkat kontribusi sektor nonmigas yang kuat," tutupnya. (ndu/jnr)
Editor : Azwar Halim