BALIKPAPAN- Kajian studi kelayakan penyelenggaraan perkeretaapian Kaltim dilanjutkan lagi pada tahun ini. Paket pekerjaan pengadaan jasa konsultansi non konstruksi itu masuk dalam APBD Kaltim 2024. Dengan lintas pelayanan yang akan dikaji adalah Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda menuju Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar). Yang memiliki panjang 52,6 kilometer.
Berdasarkan uraian singkat pekerjaan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim kembali melakukan kajian penyelenggaraan perkeretaapian Kaltim, salah satunya untuk merealisasikan pengembangan Jalur Kereta Api Trans Kalimantan di Wilayah Kaltim. Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri (PM) Perhubungan Nomor 43 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Perkeretaapian Nasional.
Selain itu, dasar lainnya adalah Masterplan Jalur Kereta Api Pulau Kalimantan Tahun 2012. Dan alasan Pelaksanaan rute Tenggarong – APT. Pranoto merupakan lintasan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan perkotaan. Yang merupakan kewenangan Pemprov Kaltim. Termasuk di dalam rencana satu kesatuan jaringan Perkeretaapian Trans Kalimantan.
“Kajian Perkeretaapian tetap ada karena secara nasional, Kaltim masuk rensta (rencana strategis) nasional. Bahkan pada renstra perhubungan tahun sebelumnya sudah dtargetkan di tahun 2030 sudah terbangn. Dan jangka panjangnya, kereta api di Kaltim adalah IKN (Ibu Kota Nusantara). Jadi kalau sudah ada kereta api di IKN, itu yang akan men-trigger atau menjadi pemicu kereta api yang ada di Kaltim,” kata Sekretaris Dishub Kaltim Yuki Subekti dalam Rapat Kerja Komisi III DPRD Kaltim dengan Dishub Kaltim di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (26/3).
Panjang sepur dari lintas layanan Tenggarong – APT Pranoto ini adalah 52,6 kilometer. Jarak tersebut dapat diketahui karena menyusuri jalan raya eksisting. Apabila ditarik garis lurus dari Tenggarong ke Bandara APT Pranoto, maka jaraknya adalah 30 kilometer. Namun, kondisi jalan saat ini ini belum cukup memadai bagi pengendara kendaraan pribadi, penumpang angkutan umum, maupun bus antar kota antar provinsi.
Dengan masih banyaknya jalan yang rusak/ berlubang dan sangat rawan terjadinya kecelakaan. Sehingga, perkeretaapian merupakan solusi transportasi publik dan menjadi tulang punggung dalam upaya mengatasi permasalahan akesibilitas.
Pra studi kelayakan/Pra Feasibility Study (Pra FS) merupakan kajian awal yang memuat analisis mengenai Tataran Transportasi Wilayah (Tatrawil), potensi wilayah beserta pola pergerakan barang dan orang, kesesuaian tata ruang dan kebijakan pemerintah pusat dan daerah, serta kondisi teknis wilayah terkait keberadaan lokasi rencana trase kereta api. Hal lainnya adalah kondisi sosial ekonomi terkait dengan keterisoliran wilayah/daerah dan beberapa analisis lain yang dianggap relevan.
“Kami sudah menyusun rencana induk ini. Kami pilah secara prioritas. Yang utama ada menyusun trase dari Tenggarong ke APT Pranoto. Menyambung juga di Kota Samrainda. Mudah-mudahan bisa kita laksanakan,” sambung Yuki.
Pada tahun 2023, Dishub Kaltim telah melaksanakan Study Penyusunan Rencana Induk Perkeretaapian Kaltim. Jasa konsultansi badan usaha non konstruksi ini dikerjakan oleh PT Atlas International Indah, asal Bandung. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 960 juta.
Dan progresnya sudah selesai, 100 persen. Pada tahun 2024, Dishub Kaltim kembali melanjutkan kegiatan Belanja Kajian studi Kelayakan Penyelenggaraan Perkeretaapian Kaltim. Yang bersumber dari dari APBD 2024 dengan Nilai Pagu Paket dan Nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Paket sebesar Rp 833,91 juta.
Saat ini tahapan Download Dokumen Kualifikasi pada 22 hingga 28 Maret 2024, bersamaan dengan Kirim Persyaratan Kualifikasi pada 25 hingga 28 Maret 2024. Ada sebanyak 16 peserta lelang yang mendaftar hingga Selasa (26/3) malam. Dan tahapan Penetapan dan Pengumuman Pemenang pada 3 Mei 2024.
Dengan tahapan Penandatanganan Kontrak pada 10 sampai 21 Mei 2024. Kajian Pra Studi Kelayakan (Preliminary Feasibility Study) Pembangunan trase kereta api perlu dilakukan untuk mendapatkan prioritas dasar penentuan strategi dan skenario pengembangan kereta api dalam suatu wilayah. Yang selanjutnya dilanjutkan melalui penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) dan studi lainnya sebelum pelaksanaan pelaksanaan pembangunan fisik/konstruksi trase jalur kereta api.
Romadhony Putra Pratama, Anggota DPRD Kaltim dapil Samarinda juga meminta nantinya, apabila program perkeretaapian Kaltim bisa dilanjutkan, agar putra dan putri Kaltim yang sudah menempuh pendidikan mengenai perkeretaapian di Rusia.
Di mana pada tahun 2014 lalu, Pemprov Kaltim dan Pemerintah Rusia, telah memberikan beasiswa kepada 50 mahasiswa asal Kaltim untuk melakukan studi pada tiga universitas di Rusia. Yakni Moscow State University, St. Petersburg Rallroad University dan Rostov State Transport University.
“Jadi yang dipekerjakan adalah putra-putri yang sudah kita sekolahkan di Rusia. Jangan sampai nanti BUMN lagi yang memperkerjakan orang dari Jawa Sumatera. Bahkan tenaga asing dari China. Kasihan mereka sudah disekolahkan, berilah mereka pernghargaan. Setidaknya untuk membangun Kaltim,” pungkasnya. (riz/jnr)
Editor : Azwar Halim