BALIKPAPAN - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan 33 proyek migas onstream di Indonesia dimulai tahun ini hingga 2027. Proyek onstream ini akan berkontribusi dalam pencapaian target produksi 1 juta barel minyak per hari dan 12 BSCFD gas pada 2030.
Pada 2024, SKK Migas menargetkan 15 proyek migas onstream. Kehadiran 15 proyek migas ini bakal meningkatkan produksi migas nasional dengan tambahan produksi 41.922 BOPD dan gas 324 MMSCFD dengan capex sebesar USD 560,1 juta.
Selain itu, SKK Migas tengah fokus memvalidasi potensi gas pada sumber gas besar (giant discovery) di Blok Andaman yang masih dalam tahap eksplorasi. Prioritas pertama tersebut bertujuan mengonfirmasi besar cadangan gas dan kondensat di wilayah kerja (WK) tersebut sehingga tidak memunculkan spekulasi di masyarakat.
Tentang giant discovery tersebut, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D Suryodipuro mengatakan itu telah menjadi angin segar bagi industri hulu migas di Indonesia. Oleh karenanya, percepatan terhadap proses eksplorasi dan produksi sangat dinantikan mengingat gas akan menjadi sumber energi andalan Indonesia.
"Proses pembuktian dan validasi besaran cadangan gas dan kondensat sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan langkah-langkah dan pembangunan infrastruktur pendukung yang dibutuhkan untuk proses percepatan onstream," kata Hudi.
Sebelumnya, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Mubadala Energy mengumumkan temuan besar cadangan gas bumi in place di WK South Andaman pada akhir 2023. Potensi gas bumi yang ditemukan diperkirakan mencapai lebih dari 6 TCF (trillion cubic feet).
Lokasi rincinya berada di Sumur Eksplorasi Layaran-1. WK South Andaman yang merupakan WK migas yang dilelang pada 2018. Mubadala Energy dan Kementerian ESDM meneken kontrak pengelolaannya pada Februari 2019 dengan menggunakan mekanisme kontrak gross split.
Ditambahkan Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) Rikky Rahmat Firdaus, kegiatan hulu migas yang dilakukan di perairan Andaman tengah dalam progres.
"KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Mubadala Energy dan Harbour Energy saat ini bloknya dalam tahap eksplorasi dan telah melakukan pemboran eksplorasi (exploration drilling)," tuturnya.
Dirinya berharap, hasil studi dari pemborannya memiliki nilai ekonomis yang baik, sehingga dapat dikembangkan dan diproduksi yang sejalan dengan target lifting pemerintah pada 2030. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), total sumber daya di area Andaman diperkirakan sebesar 4.965 juta barel minyak ekuivalen (MMBOE). Di sana terdapat dua konsorsium besar KKKS, yakni Harbour Energy dan Mubadala Energy.
Saat ini, penemuan gas jumbo di South Andaman masih dalam tahap awal eksplorasi. Mubadala Energy sedang melakukan serangkaian tes seperti core analysis, fluid analysis, kemudian post drill analysis.
"Dari sumur eksplorasi dan appraisal itu akan disusun penentuan status eksplorasi (PSE) sebagai dasar rencana pengembangan atau plan of development (PoD) sesuai hasil kajian teknis, ekonomis, skenario pengembangan, hingga komersialisasi. Sehingga kita harap bisa segera onstream juga," pungkasnya. (ndu/k15/jnr)
Editor : Azwar Halim