Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Harga Bahan Pangan Pokok Naik Jelang Ramadan, Pedagang Tak Berani Pasok Barang Banyak 

Azwar Halim • Sabtu, 24 Februari 2024 | 09:57 WIB

 

KP SUDAH TRADISI: Menjelang Ramadan, harga beberapa bahan pangan pokok di pasar tradisional seperti beras dan telur selalu mengalami kenaikan.
KP SUDAH TRADISI: Menjelang Ramadan, harga beberapa bahan pangan pokok di pasar tradisional seperti beras dan telur selalu mengalami kenaikan.

BONTANG – Harga sejumlah bahan pangan pokok di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) Bontang naik menjelang Ramadan. Seperti beras dan telur. Seorang pedagang, Murni mengatakan, ada kenaikan Rp 1.000 untuk satu kilogram beras dari kemarin.

Pada Selasa (20/2), harga beras kualitas medium berkisar Rp 15.000 per kilogram dan beras premium Rp 16.000 per kilogram.

Terbaru pada Rabu (21/2), harga beras biasa yakni Rp 16.000 per kilogram atau Rp 380 ribu per karung kemasan 25 kilogram. Kemudian, beras premium mencapai Rp 17.000 per kilogram atau sekitar Rp 420.000 per karung ukuran 25 kilogram.

“Beberapa hari lalu, beras biasa masih Rp 350 ribu per karung dan premium Rp 375 ribu per karung. Memang ada kenaikan,” jelasnya.

Sama halnya dengan harga telur ayam. Sebelumnya, harga telur ayam masih berkisar Rp 55-58 ribu per piring isi 30 butir. Kini, harganya naik menjadi Rp 58-62.000.

Murni menyebut, kenaikan tersebut memang kerap terjadi menjelang hari-hari besar, termasuk memasuki bulan puasa. “Biasanya memang naik menjelang Ramadan. Tapi, enggak dapat diprediksi kenaikannya sampai kapan,” sebut dia.

Sementara itu, harga cabai rawit, bawang merah dan bawang putih masih terpantau stabil. Diketahui, harga cabai rawit ialah Rp 65 ribu dan Rp 80 ribu per kilogram. Adapun harga bawang merah dan bawang putih masih bertahan di harga Rp 38 ribu per kilogram.

“Untuk saat ini belum (naik harga). Tidak tahu kalau mendekati Ramadan,” ujar Bedu, pedagang Pasar Tamrin lainnya.

KONDISI SERUPA

Kondisi yang sama juga terjadi di Kutai Timur.  Cabai rawit misalnya, naik jadi Rp 75 ribu dari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut karena pasokan yang diterima Kutim terbatas jumlahnya.

Baca Juga: Dinkes Berau Terus Monitoring Jika Ada Caleg Depresi 

"Kami berupaya untuk menekan hal itu, salah satu upaya yang kami lakukan dengan menjaga stok, apalagi ini menjelang Ramadan. Walau ada kendala, karena barang masih bergantung dengan daerah lain,” terang Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutim Andi Nurhadi Putra.

Lanjutnya, beberapa pedagang di pasar tidak mau menyetok barang, sehingga harga tidak stabil. "Wajar saja, karena pedagang tidak mau ambil risiko. Mungkin karena khawatir jika permintaan yang rendah, mengakibatkan kerugian. Yang terpenting kondisi ini tidak dimanfaatkan distributor," harapnya.

Selain itu, untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berencana melakukan inspeksi bersama instansi terkait. "Kami akan turun ke lapangan untuk memastikan harga. Kami juga akan mengajak instansi-instansi terkait untuk penyelesaian hal itu," tegasnya.

Sementara, untuk bahan pokok beras, pihaknya menuturkan hingga saat ini dan beberapa waktu ke depan stok beras masih aman. "Untuk beras hingga Ramadan stok kami cukup. Namun harga mengikuti pasar. Salah satu kenaikan tersebut karena beberapa wilayah mengalami gagal panen, sehingga pasokannya berkurang," jelasnya. (kpg/kai/ind/k16/jnr)

Editor : Azwar Halim
#jelang ramadan #bontang #kaltim