SANGATTA - Dinas Kesehatan Kutai Timur mengungkapkan, saat ini ada 156 kasus demam berdarah dengue (DBD), dua di antaranya kasus suspek. Dari 156 kasus DBD tersebut merupakan data yang dihimpun sejak Januari hingga 10 Februari lalu.
Penanggung Jawab Program DBD Diskes Kutim Doris Novelin menyampaikan, penyebaran kasus DBD tersebut terdapat di beberapa wilayah pusat pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas Teluk Lingga dan Sangatta Utara 33 kasus, Teluk Pandan 10 kasus, Rantau Pulung dan kecamatan Kaliorang 34 kasus, dan kecamatan lainnya 1 kasus.
“Itu semua hanya laporan dari puskesmas, ada juga rumah sakit swasta yang merawat. Itu bisa mencapai sesuai dengan data kasus tersebut,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, terkait penanggulangan DBD, pihaknya sudah berkomunikasi dan akan dibantu 21 puskesmas se-Kutim untuk melaksanakan berbagai kegiatan, seperti sosialisasi dan mengadakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Hingga saat ini kita bersyukur karena tidak ada yang meninggal. Salah satu faktor terjadinya hal tersebut karena lingkungan. Di mana, terkadang seseorang karena kelelahan tidak sempat membersihkan,” ucapnya.
Doris juga saat ini mengajak para guru untuk melaksanakan Jumat bersih demi menjaga kebersihan di lingkungan sekolah dan membersihkan lingkungan rumah.
"Sampai ke sekolah-sekolah nanti kami mensosialisasikan berbagai kegiatan. Karena DBD ini lebih banyak menyerang siang hari saat aktivitas anak sekolah," jelasnya.
Selain itu, pihaknya menyediakan abate gratis di puskesmas sebagai langkah awal pencegahan pertumbuhan jentik. “Itu untuk kondisi genangan-genangan air dan air tampungan. Itu sudah kami siapkan dan itu untuk air nonkonsumsi. Hanya untuk cuci-cuci dan mandi,” bebernya. (*/kai/ind/k16/jnr)
Editor : Azwar Halim