JAKARTA - DPP PDI Perjuangan mengumpulkan para kepala daerah menjelang perhelatan Kongres VI.
Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, mengatakan bahwa konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan semua kepala daerah tetap sejalan dengan garis perjuangan partai.
Pembekalan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah se-Indonesia itu dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
“Oh pasti, pasti. Karena begini, kan ada mereka yang jadinya kepala daerah dari PDIP, tapi juga diusung oleh yang lain,” kata Ganjar di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat (16/5).
Ganjar menekankan, penting bagi setiap kader PDIP membangun komunikasi yang intensif dan pemahaman ideologis yang seragam.
Mantan Gubernur Jawa Tengah itu mengamini, banyak kepala daerah yang datang dari latar belakang berbeda, seperti pengusaha atau pensiunan aparatur sipil negara, sebelum akhirnya bergabung ke PDIP.
“Tapi ada juga yang mereka kemarin umpama pengusaha, mereka pensiunan dari PNS, terus kemudian masuk ke partai menjadi kepala daerah. Maka kita sinkronkan juga,” ujarnya.
Menurut Ganjar, langkah sinkronisasi ini tidak hanya sebatas koordinasi administratif, tetapi juga menyangkut pembentukan kesamaan pandangan politik dan ideologi.
Ia menegaskan pentingnya semua kepala daerah yang berada di bawah panji PDIP memiliki kesatuan platform dalam mengemban amanah rakyat.
“Harapan kita tadi itu, platform ideologisnya sama, pemahaman berorganisasinya sama, membawa misi kerakyatannya sama, sehingga ujung-ujungnya tadi itu. Loyalitas yang dibangun juga akan sama,” pungkasnya.
Kepada para kepala daerah tersebut, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati meminta mereka untuk mendengarkan paparan Bambang Kesowo yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan.
Megawati menyebut, Bambang adalah menteri sekretaris negara (mensesneg) ketika dirinya masih bertugas sebagai presiden.
”Beliau ini mensesneg saya. Bukan memuji di depan dia. Mensesneg saat saya tiga tahun jadi presiden. Tiga tahun semua beres,” ungkap Megawati lantas memberi acungan dua jempol.
Di hadapan Megawati dan pimpinan DPP PDI Perjuangan, Bambang Kesowo meminta para kepala daerah menumbuhkan budaya mengakui dan menghormati jerih payah dan karya intelektual yang dihasilkan, utamanya di kalangan masyarakat.
Menurut dia itu sama artinya dengan membangun produktivitas dan profesionalisme.
Bambang menyatakan bahwa perlu pengajaran yang tepat dengan penyebarluasan pemahaman, baik di kalangan pejabat ataupun pamong masyarakatnya, dan masyarakatnya sendiri. Terutama yang kehidupan sehari-harinya berbasis HAKI.
”Ini merupakan tugas para kepala daerah untuk memberi pemahaman HAKI,” tegas Bambang. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim