JAKARTA - Aktivitas tak biasa dilakukan putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo dengan mendatangi sejumlah elite politik di Indonesia. Kiprah Didit, dinilai menjadi representasi dari sikap politik Prabowo yang ingin merangkul semua kalangan.
Untuk diketahui, dalam momen lebaran, Didit bertemu dengan tiga tokoh besar yang juga mantan Presiden. Yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Megawati Soekarno Putri yang secara politik masih diluar pemerintahan Prabowo-Gibran.
Peneliti Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Wasisto Raharjo Jati mengatakan, pola silaturahmi yang dilakukan oleh anggota keluarga presiden kepada beberapa elit politik senior terutama mantan presiden baru kali ini terjadi.
"Hal ini tentu bisa diartikan bisa dimaknai secara alamiah mengingat ini juga bertepatan dengan momen idul fitri," ujarnya saat dihubungi Jawa Pos, Kamis (3/4).
Meski demikian, Wasisto tak menampik jika safari Didit punya perspektik politik. Yang paling terlihat adalah, kunjungan ini sebagai representasi sikap politik Prabowo. Terbukti, Didit juga mendatangi Megawati yang notabene diluar koalisi.
"Hal itu yang pernah diungkapkan presiden untuk merangkul semua kalangan elit politik. Oleh karena itu Mas Didit sebagai bentuk representasi simbolis Prabowo," imbuhnya.
Baca Juga: Pertahankan Eksistensi, Butuh Wadah Politik
Terkait efektivitas Didit sebagai juru damai antar elit, Wasisto menilai hal itu harus menunggu. Sebab, itu bagian dari proses yang sedang dijalani putra Presiden ke delapan itu. Namun baginya, safari itu menjadi pondasi penting.
"Paling tidak, Didit telah meletakkan batu fondasi silaturahmi antar elit politik yang selama ini bersebrangan," jelasnya.
Terkait kans Didit terjun dalam politik praktis, Wasisto menilai kans itu terbuka. Sebagai anak presiden ke 8 dan cucu presiden ke 2, pria yang akrab di dunia fashion itu dinilai punya modal politik yang cukup.
"Namun itu tergantung pada peran dan tugas yang diberikan oleh ayahnya ke depan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mendukung serangkaian inisiatif pertemuan Didit Hediprasetyo putra dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Eddy, inisiatif Didit untuk bertemu tokoh-tokoh bangsa termasuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri meneduhkan dinamika politik di momentum yang tepat.
“Inisiatif Mas Didit bertemu Bu Mega menunjukkan bahwa di atas perbedaan dan dinamika politik, pada akhirnya yang menyatukan semua adalah merah putih,” ujarnya.
Momentumnya juga tepat di hari lebaran. Sehingga meneduhkan dinamika politik sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan.
Secara khusus, Doktor Ilmu Politik UI ini mendukung komitmen Presiden Prabowo untuk merangkul berbagai komponen bangsa dalam usaha mencapai target pembangunan dan khususnya pertumbuhan ekonomi 8 persen. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim