Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Anggota DPR: Momentum Perusahaan Berbenah Diri

Radar Tarakan • Jumat, 28 Februari 2025 | 11:00 WIB
SOROTI: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim mengapreasiasi Kejagung membongkar dugaan korupsi di Pertamina. (Istimewa).
SOROTI: Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim mengapreasiasi Kejagung membongkar dugaan korupsi di Pertamina. (Istimewa).

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan sejumlah tersangka kasus dugaan korupsi minyak mentah di Pertamina. Bahkan muncul dugaan adanya praktik nakal menjadikan BBM RON 90 (Pertalite) sebagai Pertamax atau RON 92.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB Rivqy Abdul Halim menilai kasus tersebut menjadi momentum Pertamina untuk berbenah diri setelah masuk menjadi bagian dari super holding Danantara.

“Kami mengapresiasi Kejagung yang berhasil membongkar praktik korupsi yang masuk klasifikasi mega skandal. Yang berlangsung secara terstruktur dan masif dalam beberapa tahun terakhir. Ini harus menjadi momentum pembenahan dari Pertamina secara menyeluruh,” ujar Rivqy, Rabu (26/2).

 Baca Juga: Jaga Persatuan, Puan Hadir di Kongres Demokrat

Dia menyoroti bahwa kasus ini terjadi akibat mentalitas koruptif para pelaku dan minimnya pengawasan. Pengawasan ketat sangat penting untuk mencegah terjadinya praktik serupa pada masa depan.

“Apalagi dugaan korupsi ini kemungkinan besar telah berlangsung sejak tahun 2018 hingga 2023,” katanya.

Rivqy mengatakan, Komisi VI DPR berencana memanggil PT Pertamina (Persero) bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberikan penjelasan terkait kasus ini. DPR akan menuntut langkah pembenahan yang jelas di tubuh PT Pertamina.

 Baca Juga: Tak Akan Maju Capres 2029 Jika Tak Punya Prestasi

“Harus ada pembenahan agar Pertamina benar-benar menjadi perusahaan unggul karena perannya sangat strategis terkait manajemen pengelolaan energi dalam negeri,” jelasnya.

Rivqy menekankan bahwa kasus ini harus segera ditangani agar tidak berdampak lebih luas pada kinerja Pertamina dan pendapatan negara. Ia menyarankan agar dilakukan transparansi dalam pengelolaan perusahaan serta pengawasan.

“Kasus ini menjadi sorotan serius mengingat besarnya kerugian negara yang ditimbulkan dan implikasinya terhadap kepercayaan publik terhadap Pertamina. Langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang komprehensif diharapkan dapat memulihkan integritas perusahaan serta mencegah terulangnya skandal serupa di masa depan,” ucapnya.

Selain itu, Rivqy menekankan pentingnya meluruskan isu simpang siur di masyarakat mengenai perbedaan kadar RON antara Pertalite dan Pertamax. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina sebagai perusahaan milik negara.

“Publik ini marah karena ada informasi jika Pertamax yang mereka beli ternyata Ron-nya cuma 90 atau setara Pertalite. Mereka merasa tertipu dan bisa menjadi tidak percaya ke SPBU Pertamina lagi. Jadi harus diluruskan disertai dengan bukti-bukti valid,” pungkasnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#dpr #Berbenah Diri #jakarta #perusahaan