Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Prabowo Minta Gerindra Tak Takut Dikritik

Radar Tarakan • Senin, 17 Februari 2025 | 11:00 WIB
HUT: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC, Bogor, Jabar. (Salman Toyibi/JawaPos).
HUT: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan pada HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC, Bogor, Jabar. (Salman Toyibi/JawaPos).

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta Partai Gerindra tidak takut dikritik, diawasi dan dikoreksi. Sebagai partai yang mendukung pemerintah, Prabowo menyatakan bahwa Partai Gerindra harus siap menerima kritik. Termasuk kritik dari partai di luar pemerintahan.

Menurut Prabowo, menyampaikan kritik adalah cara partai di luar koalisi untuk membantu. Mereka melakukan koreksi melalui pengawasan dari luar.

Itu penting agar Partai Gerindra bersama Koalisi Indonesia Maju (KIM). Selama kritik yang disampaikan baik untuk rakyat, dia ingin KIM menerima kritik tersebut.

 Baca Juga: Dasco Yakin Tak Berdampak pada pemutusan hubungan kerja Pegawai

”Mereka di luar berarti mereka membantu kita. Mereka akan koreksi kita. Mereka akan memperbaiki kita. Mereka akan mengawasi. Kita harus mau diawasi. Kita harus mau dikoreksi. Kita harus mau dikritik. Tapi, kritiknya yang benar. Jangan kritik berdasarkan dendam,” kata Prabowo saat memberikan sambutan di HUT ke-17 Partai Gerindra pada Sabtu (15/2).

Prabowo menyatakan bahwa demokrasi Indonesia harus khas. Tidak boleh seperti negara lain yang berantakan karena elite-nya tercerai-berai karena tidak mau bekerja sama. Hasilnya, meski negara tersebut kaya raya, namun tetap tidak bisa berbuat banyak.

”Negara walaupun kaya, negara walaupun luas, negara walaupun punya sumber alam yang luar biasa. Kalau elite-nya tidak bisa kerjasama. Apalagi elite-nya maling. Tidak mungkin negara itu bisa berhasil,” imbuhnya.

 Baca Juga: Efisiensi,  Dapat Perbaiki Tata Kelola Keuangan

Karena itu, demokrasi Indonesia harus khas. Setelah bersaing dalam pemilu, baik level nasional maupun daerah, semua harus bersatu.

Kontestan yang menang dengan kontestan kalah harus bersatu. Namun demikian, dia menggarisbawahi, bersatu tidak perlu satu gerbong atau semua masuk pemerintahan.

”Begitu ada yang menang, ada yang kalah, kita harus bersatu. Kita harus kerjasama. Bersatu tidak berarti semua masuk pemerintahan, tidak. Kalau perlu, iya. Kalau tidak juga nggak apa-apa. Dalam arti, mereka yang tidak masuk pemerintah, kita tetap anggap sebagai patriot-patriot bangsa Indonesia,” kata Prabowo disambut riuh tepuk tangan.

 Baca Juga: Yakin Tak Ada Kader Partai Golkar yang Direshuffle

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan terima kasih karena banyak tokoh bangsa hadir. Termasuk pimpinan partai politik. Termasuk diantaranya tokoh PDIP. Yakni Olly Dondokambey dan Said Abdullah. Mereka duduk bersama elite politik lainnya.

”Terima kasih hari ini saya dihormati tokoh-tokoh bangsa hadir dan pimpinan partai politik dari semua spektrum hadir, termasuk yang baju merah (PDIP),” ujarnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#pdip #kim #gerindra #prabowo #jakarta