SETELAH melakukan pendaftaran ke Partai Amanat Nasional (PAN), kini Syamsi Sarman terus melakukan aktivitas politik menjalin komunikasi lebih luas kepada masyarakat. Hal itu lantaran Syamsi disebut-sebut sebagai figur yang memiliki peluang terbesar untuk mendapatkan tiket dukungan PAN maju dalam Pilwali Tarakan.
Isu tersebut tentunya bukan hembusan angin belaka, hal itu lantaran secara historis Syamsi Sarman memiliki ikatan kuat dengan sejarah panjang partai berlogo matahari tersebut di Kota Tarakan.
Syamsi Sarman menerangkan jika dirinya cukup optimis mendapatkan tiket dukungan Parpol PAN. Meski tidak membantah diisukan menjadi figur favorit mendapatkan dukungan PAN, namun ia mengakui jika dirinya cukup dekat dengan parpol tersebut. Ia bahkan tidak membantah jika parpol tersebut merupakan afiliasi organisasi Muhammadiyah, meski selama ini dalam politik sebagian besar politisi membantah keterikatan tersebut.
"Pasca mengambil formulir saya masih mencari waktu yang pas melakukan pengembalian. Tentu kita cukup optimis, kalau tidak optimis kita tidak mendaftar penjaringan. Soal asumsi masyarakat, itu sah-sah saja semua orang hak menyatakan pandangan.
Memang secara historis saya memiliki keterikatan dengan PAN karena saya salah satu tokoh yang membawa masuknya PAN ke Tarakan waktu itu. Meski saya bukan kader PAN karena saya berada di pemerintah, tapi bagi saya PAN itu seperti rumah untuk kembali," ujarnya, Jumat (26/4).
Saat ditanyakan apakah ada rencana melakukan pendaftaran di parpol lain, Syamsi menegaskan tidak akan melakukan pendaftaran di parpol lain. Ia beralasan jika dirinya akan maju sebagai bakal calon wakil wali kota sehingga menurutnya, tentunya sang pendamping juga melakukan pendaftaran di parpol lainnya sehingga pihaknya merasa tidak perlu melakukan pendaftaran di berbagai parpol.
"Untuk urusan teknis daftar mendaftar, saya kan dalam posisi bakal wakil yah, jadi nanti biarlah bakal calonnya yang akan mendaftar saya cukup melakukan pendaftaran di PAN saja, biarlah kemudian saya yang memastikan dukungan PAN kemudian figur lainnya memastikan tambahan dukungan," terangnya.
"Kalau untuk dukungan kebetulan relawan kami kan juga sudah terbentuk dan mereka yang bergerilya mengumpulkan basis- basis dukungan suara. Saya sendiri kalau pribadi, sebenarnya tidak begitu berhasrat untuk maju, saya sebenarnya secara pribadi menginginkan istirahat menikmati mas pensiun. Tapi kemudian ada dorongan-dorongan masyarakat yang menginginkan saya maju," sambungnya.
Dikatakannya, sebenarnya pihaknya tidak memiliki hasrat untuk maju di panggung kontestasi Pilwali Tarakan. Namun demikian dorongan orang terdekat membuatnya merasa perlu memenuhi panggilan jiwa untuk berbuat lebih besar pada Kota Tarakan. Meski diakuinya, pihaknya belum 100 persen siap dalam segala hal.
"Dorong-dorongan itulah kemudian saya merasa ada panggilan jiwa untuk mengabdi dan berkontribusi lebih besar untuk pembangunan di Kota Tarakan. Sehingga hal itu yang mendorong saya untuk maju. Saya menyadari terkadang panggilan jiwa itu kadang terhalangi realita politik. Tapi dengan berbagai elemen yang saya miliki saya akan mencobanya," ungkapnya.
"Kalau berbicara kesiapan terus saya bukanlah figur yang siap 100 persen. karena untuk maju harus siap segalanya, tidak cukup hanya popularitas. Ada kesiapan mental, relawan, finalsial dan memahami situasi dan kondisi di kota Tarakan. Untuk popularitas dan memahami persoalan di kota Tarakan mungkin saya punya, tapi kesiapan yang lain saya terus terang belum," kayanya.
Ia menyadari biaya politik tidaklah murah, kendati demikian dengan segala relasi dan kemampuan yang dimilikinya, tentunya hal tersebut dapat diperjuangkan. Lanjutnya, setiap usaha tidak akan terjadi jika tidak diridhoi oleh Allah SWT. Lanjutnya, jika Ridho telah didapatkan maka segala tantangan akan menemukan jalannya sendiri.
"Saya memahami politik ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, cost politik besar sehingga tidak semua orang bisa memberanikan diri maju. Jadi memang tentu dalam hal ini saya tidak bisa melangkah sendiri tanpa dorongan orang sekitar," urainya.
"Sejauh ini suara Muhammadiyah sejauh ini cukup solid, kalau ditakdirkan maju di Pilwali maka mungkin saya kader satu-satunya Muhammadiyah yang maju di Pilwali Tarakan. Sehingga hal ini membuat suara Muhammadiyah bisa satu arah. Sehingga kondisi ini juga memberi sedikit motivasi ke sana. Untuk dukungan terus mengalir, setiap harinya ada saja menyatakan dukungannya," pungkasnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim