IDAI Ungkap 3 Bahaya Telur Mentah bagi Bayi, Bisa Picu Infeksi Serius

Rahul • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 12:01 WIB
Ilustrasi telur mentah (Freepik)
Ilustrasi telur mentah (Freepik)

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan orang tua agar tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada bayi. Konsumsi makanan tersebut berisiko menyebabkan infeksi, terutama pada bayi yang sistem kekebalan tubuhnya masih berkembang.

Peringatan ini muncul setelah seorang bayi berusia 28 hari bernama Alena meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Minggu (11/10). Bayi tersebut dilaporkan sempat diberi telur mentah oleh neneknya sebagai upaya mengatasi demam.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), menegaskan bahwa bayi berusia di bawah enam bulan belum membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada periode tersebut, ASI eksklusif menjadi asupan yang direkomendasikan, kecuali terdapat kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus.

“IDAI menegaskan bahwa telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak, terutama karena risiko keamanan pangan,” ujar Piprim kepada wartawan, Senin (12/10).

Berikut tiga hal yang perlu diketahui mengenai risiko pemberian telur kepada bayi.

1. Berisiko Menyebabkan Infeksi Salmonella

Telur mentah atau setengah matang berpotensi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan salmonelosis atau infeksi saluran pencernaan.

Menurut Piprim, infeksi tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala, seperti diare, demam, sakit perut, muntah, hingga dehidrasi.

Risikonya perlu diwaspadai pada bayi dan anak kecil karena infeksi dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

2. Bayi di Bawah Enam Bulan Belum Membutuhkan Telur

Selain persoalan keamanan pangan, pemberian telur kepada bayi yang belum berusia enam bulan juga tidak sesuai dengan rekomendasi pemberian makan bayi.

Pada usia tersebut, ASI eksklusif umumnya sudah memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Pemberian makanan tambahan sebaiknya dilakukan ketika bayi memasuki usia MPASI, dengan memperhatikan kesiapan perkembangan dan kemampuan makannya.

Piprim juga mengingatkan bahwa pemilihan bahan makanan, tekstur, serta cara penyajian harus disesuaikan dengan usia anak. Karena itu, telur mentah tidak seharusnya diberikan kepada bayi sebagai sumber nutrisi maupun sebagai upaya mengobati demam.

3. Telur Matang Bisa Menjadi Sumber Protein saat MPASI

Meski telur mentah tidak dianjurkan, telur yang dimasak hingga matang dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi bagi anak.

Telur mengandung berbagai zat gizi yang mendukung pertumbuhan. Proses memasak hingga matang juga membantu mengurangi risiko paparan bakteri berbahaya.

Menurut Piprim, telur matang dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan MPASI setelah bayi berusia enam bulan, dengan tekstur dan penyajian yang sesuai kemampuan makan anak.

Ia juga menjelaskan bahwa telur tidak harus ditunda hingga anak berusia satu tahun hanya untuk mencegah alergi, kecuali terdapat pertimbangan medis khusus.

Kronologi Bayi Alena Meninggal Dunia

Sebelumnya, bayi Alena yang berusia 28 hari dilaporkan mengalami kondisi kritis setelah diduga diberi telur mentah oleh neneknya untuk mengatasi demam.

Kasus tersebut pertama kali menjadi perhatian publik setelah tante korban, Callista Arisha, mengunggah informasi mengenai kondisi keponakannya melalui media sosial Threads pada Kamis (8/10). Dalam unggahan itu, ia meminta bantuan untuk mendapatkan ruang perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Alena kemudian dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo pada Jumat (9/10). Namun, kondisinya dilaporkan terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada Minggu (11/10).

Humas RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken, membenarkan kabar meninggalnya bayi tersebut.

“Betul, pasien bayi tersebut meninggal hari ini pukul 07.10 WIB. Tercatat 28 hari usia adeknya saat meninggal,” kata Niken kepada JawaPos.com.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi keluarga agar tidak memberikan makanan atau ramuan yang belum sesuai dengan usia bayi. Apabila bayi baru lahir mengalami demam, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis dan tidak mencoba mengatasinya dengan pemberian makanan mentah.

Editor : Rahul
tarakan kaltara