CT CORONARY CALCIUM SCORE, PEMERIKSAAN UNTUK MENILAI RISIKO PENYAKIT JANTUNG KORONER

Rahul • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:36 WIB
Dokter Spesialis Jantung dari IHC RS Pusat Pertamina dr. Maya Munigar Apandi, Sp.JP
Dokter Spesialis Jantung dari IHC RS Pusat Pertamina dr. Maya Munigar Apandi, Sp.JP

Pemeriksaan CT coronary calcium score dapat menjadi salah satu cara untuk membantu dokter menilai risiko penyakit jantung koroner, terutama melalui deteksi kalsifikasi pada pembuluh darah jantung.

Dokter Spesialis Jantung IHC RS Pusat Pertamina, dr. Maya Munigar Apandi, Sp.JP, menjelaskan bahwa pemeriksaan calcium score dapat membantu mendeteksi plak atau kerak pada pembuluh darah yang berpotensi menyebabkan penyumbatan dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

“Ini yang memang harus diwaspadai karena penyakit jantung koroner dapat berkembang perlahan tanpa gejala. Salah satu caranya, kita bisa melakukan pemeriksaan yang namanya CT coronary calcium score,” kata Maya dalam sesi Media Experience bersama wartawan di RS Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, Rabu (26/8).

Maya menjelaskan, penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah jantung atau arteri koroner yang berfungsi memasok oksigen dan nutrisi ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan.

“Ketika pembuluh darah koroner itu mengalami sumbatan atau penyempitan, akibatnya jantung tidak bisa mendapatkan makanan dan suplai oksigen,” tuturnya.

Pemeriksaan calcium score, lanjut Maya, bertujuan mendeteksi dan mengukur kalsifikasi yang terdapat pada plak aterosklerotik di pembuluh darah. Pemeriksaan menggunakan CT scan ini dilakukan tanpa tindakan invasif, tanpa pemasangan infus maupun penggunaan zat pewarna kontras, serta prosesnya relatif cepat.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut penting karena dapat memberikan gambaran mengenai tingkat risiko penyakit jantung pada pasien, mulai dari kategori ringan, sedang, berat, hingga sangat berat.

Jika hasil CT scan menunjukkan bagian yang lebih terang atau putih, hal tersebut dapat menandakan adanya kalsifikasi. Kalsifikasi tersebut kemudian dapat dihitung menggunakan sistem penilaian yang dikenal sebagai Agatston score.

Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin banyak pula kalsifikasi yang terdeteksi. Kondisi ini perlu diwaspadai karena penumpukan plak yang semakin banyak dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyempitan hingga penyumbatan pada pembuluh darah.

Dengan mengetahui tinggi atau rendahnya skor tersebut, dokter dapat menilai tingkat risiko yang dimiliki pasien. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi pencegahan, pengobatan, maupun terapi yang sesuai.

Editor : Rahul
tarakan kaltara