RADAR TARAKAN - Jika harus menyebut minuman favorit masyarakat Indonesia, tentu yang terlintas di kepala adalah es teh, salah satu minuman paling iconic di Indonesia.
Rasa segar yang ditawarkan es teh selalu menggoda di situasi apapun, saat cuaca panas, setelah melakukan aktivitas yang melelahkan bahkan es teh telah menjadi pilihan menu minuman setelah makan berat.
Ibarat taman tak berbunga, pun sama halnya dengan es teh, kurang lengkap rasanya jika tidak menyudahi santapan bakso di warung makan tanpa memesan segelas es teh sebagai hidangan minumnya.
Namun dibalik nikmatnya tiap bulir tegukan es teh saat sedang makan, terdapat beberapa dampak negatif jika dilakukan secara terus-menerus. Apa dampak negatif yang dimaksud? Berikut penjelasannya.
Dikutip dari kanal Youtube Suara Berkelas, dalam podcastnya bersama dr. Clinton Sp.DVE, dijelaskan bahwa alasan jangan minum teh saat makan karena akan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.
"Ada kandungan di dalam teh yang akan mengikat zat besi kita, sedangkan zat besi itu dibutuhkan untuk pembentukan darah, metabolisme tubuh, bahkan untuk pertumbuhan rambut," ujar Dokter Clinton.
Kandungan yang dimaksud adalah kandungan tanin di dalam teh yang akan mengikat zat besi, terkhusus zat besi non-heme (dari sumber nabati), yang mana tubuh akan sulit menyerapnya. Kekurangan zat besi akan menimbulkan dampak negatif seperti anemia dan mudah lelah.
Selain itu, penelitian yang dipublikasikan Critical Reviews in Food Science and Nutrition berjudul Effect of Tea and Other Dietary Factors on Iron Absorption mengungkapkan, kandungan asam fitat yang terdapat pada teh akan merusak penyerapan zat gizi pada tubuh.
Setelah makan, tubuh kita akan bertugas memilah-milih dan menyerap seluruh manfaat dari makanan yang kita konsumsi, namun sayang sekali, karena kandungan asam fitat tadi tubuh kita tidak dapat menyerap beberapa kandungan baik dari makanan kita seperti zat besi, seng dan magnesium.
"Makanan yang kita santap bersama es teh akan menjadi kotoran, tubuh gagal menyerap kandungan zat besi dari makanan yang kita konsumsi tersebut, dampaknya bisa kekurangan darah, rambut mudah rontok, dan anemia," sambungnya.
Saran terbaik yang bisa diberikan adalah untuk tetap mengandalkan air putih sebagai minuman saat sedang makan besar, karena tubuh manusia sebagian besar didominasi oleh kandungan air, pastikan pasokan air dalam tubuh kita selalu tercukupi.
Kalaupun ingin minum es teh, ada baiknya dikonsumsi sebelum makan besar, bukan sesudahnya. "Makan dan minum es teh barengan itu harus dihindari, kalau bisa minum tehnya 1-2 jam sebelum makan," pesan Dokter Clinton.
Jadi, bagaimana? Apakah kamu termasuk golongan yang sering minum es teh saat makan? Dari penjelasan di atas, tentu ada baiknya menghindari kebiasaan tersebut, temani makan besarmu dengan air putih yang cukup, karena salah satu pola hidup sehat adalah dengan merawat tubuhmu sebaik mungkin. (*wld)
Editor : Azwar Halim