Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan, Lari atau Jalan Kaki?

Radar Tarakan • Senin, 19 Mei 2025 | 07:00 WIB
TURUNKAN BERAT : Olahraga lari dan jalan kaki yang dipercaya ampuh turunkan berat badan FOTO:JP/RADAR TARAKAN
TURUNKAN BERAT : Olahraga lari dan jalan kaki yang dipercaya ampuh turunkan berat badan FOTO:JP/RADAR TARAKAN

RADAR TARAKAN - Olahraga lari maupun jalan kaki kian digandrungi masyarakat guna sekedar mencari keringat bahkan dengan tujuan menurunkan berat badan.

Kedua jenis olahraga ini diyakini mampu untuk membakar kalori pada tubuh sehingga sangat cocok untuk mereka yang memiliki masalah berat badan berlebih.

Namun, manakah yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan? Lari, atau jalan kaki? Simak penjelasan berikut ini.

Dilansir dari kanal Youtube SB30Health, ada dua cara untuk mendapatkan energi, yang pertama dengan Oxydative Phosphorylation.

Sederhananya adalah, tubuh mendapatkan energi saat ada kehadiran O2. Cara ini didapatkan dengan berjalan kaki.

Dengan berjalan kaki, suplai oksigen akan cukup masuk ke tubuh kita dalam melakukan proses oksidasi bahan bakar menggunakan lemak sebesar 80 persen dan glukosa sebesar 15 persen.

"Pada saat kita berjalan, itu termasuk low intensity exercise, sehingga akan menggunakan lebih banyak 80 persen energi dari lemak dan sekitar 15 persen dari glukosa," ujar Dokter Sungadi Santoso, pada kanal Youtube SB30Health.

Sedangkan cara kedua adalah Glikolisis, yaitu kondisi ketika tubuh tidak mendapat pasokan oksigen yang cukup, biasanya dengan cara berlari. Ini merupakan kebalikan dari Oxydative Phosphorylation.

Detak jantung kita akan jauh lebih cepat berdebar saat berlari, sehingga akan menciptakan kondisi yang an-aerob, di mana oksigen akan tetap masuk tetapi tidak optimal untuk melakukan proses pembakaran.

"Pada kondisi berlari, oksidasi bahan bakar tidak berlangsung di area lemak, karena oksigen yang masuk tidak begitu optimal saat berlari," jelas Dokter Sungadi.

Dari paparan dua cara di atas dapat disimpulkan bahwa cara pertama lebih efektif dalam membakar lemak, karena dengan berjalan kaki oksigen jauh lebih mudah masuk ke dalam tubuh dibanding saat berlari, sehingga proses oksidasi bahan bakar lebih berfokus pada lemak saat berjalan kaki.

Dengan jawaban tersebut, maka lebih direkomendasikan untuk berjalan kaki daripada berlari jika tujuannya adalah menurunkan berat badan.

Namun jika tujuannya untuk memperkuat pernafasan, melatih otot kaki dan paha, maka olahraga lari lebih dianjurkan. (*wld)

Editor : Azwar Halim
#jalan kaki #pola hidup #turunkan berat badan #lari