JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah isu bahwa dirinya akan mundur dari jabatannya. Airlangga memastikan akan terus bekerja di kabinet Prabowo-Gibran.
Airlangga menegaskan, isu yang menyebut dirinya mundur adalah berita bohong. "Tidak ada rencana mundur," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, (18/3).
Politisi Golkar itu menjelaskan, dirinya akan tetap bekerja sebagaimana biasanya. "Saya tetap bekerja, konsentrasi bekerja," imbuhnya.
Tak hanya soal isu dirinya, Airlangga juga menepis isu serupa yang menimpa koleganya, yakni Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Dia mengaku sudah mengkonfirmasi langsung kepada Sri Mulyani.
"Ibu Sri Mulyani (dan) saya sudah komunikasi tadi siang. Ibu juga sedang bekerja penuh. Jadi, (isu mundur) itu hoaks," kata dia.
Isu mundurnya Sri Mulyani dan Airlangga disebut-sebut sebagai salah satu faktor amblesnya IHSG. Namun, Airlangga mengatakan, penurunan IHSG dipengaruhi sejumlah faktor.
Dari sisi global, ada FOMC meeting yang ditunggu market. Kemudian dari dalam negeri, ada rapat gubernur BI besok yang juga ditunggu market.
"Yang ketiga tentu seperti biasa, ada saham-saham yang turun akibat mungkin laporan keuangannya ataupun informasinya sudah keluar. Dan ini ada satu grup lah yang turunnya cukup dalam," tambahnya.
Pembekuan perdagangan sementara yang dilakukan BEI Selasa Siang, dinilai bukan hal baru. Pada masa Covid-19 juga pernah dilakukan.
Yang jelas, lanjut dia, situasi ekonomi Indonesia stabil. Itu terindikasi dari fundamental yang kuat. Dia menilai, penurunan atau kenaikan harga saham lumrah di berbagai negara.
"Saham-saham yang negara lain minggu-minggu lalu turun cukup dalam. Nah sekarang mungkin kemarin kita belum terlalu kena baru berimbas 1-2 hari," imbuhnya.
Sebelumnya, isu mundurnya Airlangga dan Sri Mulyani beredar dalam dokumen berbahasa Inggris bertajuk “Reformasi Weekly Review” tertanggal 10 Maret 2025.
Dokumen itu mengungkap rencana reshuffle di Kabinet Merah Putih yang segera terjadi dalam 3-4 pekan mendatang. Salah satu pos yang direshuffle adalah menteri-menteri ekonomi. Di antaranya Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto. (jpg/har)
Editor : Azwar Halim