Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Publik Perlu Dukung Pemerintahan Presiden Prabowo

Radar Tarakan • Kamis, 13 Maret 2025 | 10:00 WIB
KOMITMEN: Presiden Prabowo Subianto gencar kampanyekan bersih-bersih dari pejabat korup. (Istimewa)
KOMITMEN: Presiden Prabowo Subianto gencar kampanyekan bersih-bersih dari pejabat korup. (Istimewa)

JAKARTA - Peneliti Pusat Riset Politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Syafuan Rozi menegaskan, agenda bersih-bersih pada awal ll pemerintahan Presiden Prabowo Subianto perlu didukung oleh peran dan partisipasi publik.

Mengingat, belakangan ini Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gencar melakukan pemberantasan korupsi.

"Komitmen Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Mas Gibran ini perlu didukung oleh semua pihak, tak terkecuali oleh masyarakat sipil. Keterlibatan dan partisipasi publik menjadi penting untuk memberikan dukungan, baik berupa kritik yang konstruktif, masukan yang objektif dan solutif," kata Syafuan Rozi kepada wartawan, Selasa (11/3).

 Baca Juga: Ada Gambar Paslon Saat Bagi-bagi Seragam Sekolah di Lokasi PSU

Ia menambahkan, diksi 'bersih-bersih' ini seyogianya dapat diperluas, tidak hanya pada ranah hukum saja. Melainkan juga pada aspek pelayanan publik yang melibatkan unsur birokrasi.

"Langkah bersih-bersih setidaknya telah ditunjukkan di ranah supremasi hukum, terutama pemberantasan korupsi. Nah, kalau ini telah mampu memberikan efek jera yang harus disertai oleh kultur aparatur, nantinya bisa diperluas ke agenda reformasi birokrasi dan pelayanan publik," tegasnya.

Sementara, Analis Ekonomi Politik, Mardiyanto berharap, agar agenda bersih-bersih era Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat menumbuhkan citra positif Indonesia di mata investor, baik dalam maupun luar negeri.

"Ya harus kita akui, bahwa kita masih tertatih untuk memperkuat citra diri kita di mata investor. Kita membutuhkan investasi dalam skala besar, baik yang sifatnya domestik maupun Foreign Direct Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) yang paralel dengan penciptaan lapangan kerja dan optimalisasi kapasitas produksi nasional," ujar Mardiyanto.

Ia juga berharap, agar agenda bersih-bersih tidak berhenti di tengah jalan. Ia menekankan, negara perlu memberikan stimulasi khusus terhadap investor, baik dalam maupun luar negeri.

"Selain itu, diperlukan kebijakan yang kreatif untuk mendorong kapasitas produksi domestik ini tumbuh, sehingga daya saing produk kita juga kompetitif dan terserap di pasar internasional," pungkasnya. (jpg/har)

Editor : Azwar Halim
#publik #BRIN #kpk #Dukung Pemerintahan #Presiden Prabowo