Di era globalisasi saat ini pendidikan menjadi kebutuhan utama, karena hanya dengan melalui pendidikan kita dapat menjawab tantangan kehidupan yang semakin kompleks
Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru mempunyai tanggung jawab secara profesional untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Salah satu syarat mengajar yang baik adalah dengan mengkolaborasikan atau menggabungkan antara kegairahan dan kesadaran, dimana seorang guru yang mengajar tidak saja memberi materi kepada siswa, tetapi memberikan motivasi dan dorongan agar siswa dapat belajar lebih bersemangat sehingga belajar menjadi lebih asyik dan menyenangkan dengan penuh percaya diri.
Belajar IPA seharusnya menjadi hal yang mudah, asyik dan menyenangkan karena mempelajari segala sesuatu yang ada dalam diri kita dan alam sekitar kita, mulai dari bagian yang paling kecil (partikel) hingga yang paling besar (alam semesta).
IPA merupakan pelajaran yang sangat dekat dengan aktivitas kehidupan manusia sehari-hari, sehingga mempelajarinya pun bisa lebih mudah, asyik dan menyenangkan jika menggunakan metode belajar yang tepat.
Pembelajaran yang dilakukan oleh guru tanpa menggunakan metode yang tepat dan tanpa mendeteksi terlebih dahulu karateristik anak peserta didik, dapat membebani siswa dalam proses belajar mengajar, proses pembelajaran juga dilakukan secara monoton yang membuat siswa bosan dan jenuh untuk belajar, apalagi muatan materi IPA yang dirasa sulit bagi siswa.
Berdasarkan hal tersebut dirasa perlu untuk melakukan perubahan dalam pembelajaran yang dilakukan di kelas. Dimulai dengan mendeteksi gaya belajar siswa sampai minat belajar anak didik, serta memberikan kegiatan pembelajaran yang asyik dan meyenangkan bagi anak didik. Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata dalam menerapkan pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Menerapkan metode pembelajaran yang asyik, menyenangkan dan mampu mengasah kreatifitas siswa merupakan salah satu usaha untuk menciptakan generasi yang memiliki profil Pancasila.
Perkembangan zaman yang terus bergerak maju menantang guru untuk terus berinovasi dalam menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Adapun kegiatan aksi nyata yang saya lakukan untuk menciptakan suasana belajar yang asyik dan menyenangkan bagi siswa di SMPN 13 Tarakan adalah memberikan kegiatan pembelajaran yang menantang kreatifitas siswa yaitu dengan membuat poster. Selama ini tugas yang sering diberikan ke siswa hanya berupa menjawab soal-soal saja.
Sebelum memulai model pembelajaran ini, saya sebagai guru IPA di SMPN 13 Tarakan terlebih dahulu mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait model pembelajaran apa yang mereka suka dan senangi. Sesuai dengan permintaan beberapa siswa yang ingin diberikan tugas yang tidak sulit dan banyak.
Akhirnya sebagai guru IPA di SMPN 13 Tarakan menawarkan tugas yang sesuai dengan rencana Aksi Nyata yaitu memberikan tugas yang kreatif, simple tetapi dapat membuat siswa memahami materi yang dipelajari.
Siswa setuju dengan tugas membuat poster yang diberikan. Agar siswa lebih tertarik lagi diharapkan agar hasil karya poster yang dibuat dapat di posting ke sosial media mereka masing-masing.
Mengapa harus di posting ke sosial media? Nah, kita ketahui bersama bahwa hampir semua orang saat ini senang bersosial media. Sosial media jika dimanfaatkan dengan baik tentunya akan memberikan dampak yang baik. Setiap siswa diberi kebebasan untuk membuat poster sesuai kreatifitas mereka masing-masing, guru hanya mengarahkan point-point apa yang harus ada dalam poster yang mereka buat.
Setiap metode pembelajaran yang dilakukan tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Dalam menerapkan metode pembelajaran ini siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran dan bersemangat untuk mengerjakan tugas.
Hal ini karena bentuk tugas yang berbeda dari biasanya serta siswa dapat menggunakan sosial media dalam kegiatan pembelajaran. Metode pembelajaran ini juga melatih kreatif siswa untuk menuangkan ide-ide kreatif mereka serta sekaligus melatih kemampuan mereka dalam berbagi hal baik melalui sosial media.
Selain dengan pemberian tugas, untuk menciptakan suasana pembelajaran asyik dan menyenangkan bagi murid adalah menggunakan komunikasi yang lebih efektif kepada siswa, tidak bertele-tele, menggunakan gaya bahasa yang lebih santai namun tetap beretika. Dalam berkomunikasi dengan siswa terkadang menggunakan bahasa kekinian yang digunakan siswa sehingga siswa merasa tidak canggung.
Berdasarkan kekurangan yang dihadapi pada pelaksaan metode pembelajaran ini dianggap perlu melakukan beberapa perbaikan. Pada kegiatan pembelajaran berikutnya guru meminta tahapan rencana dalam pembuatan tugas hal ini untuk membiasakan siswa untuk membuat sendiri karya.
Pemberian umpan balik yang lebih aktif lagi pada postingan tugas siswa. Ke depannya juga penting untuk berkolaborasi dengan rekan guru lain untuk meminta tanggapan mengenai kegiatan yang akan dilakukan serta meminta saran agar semakin baik lagi.
Selain itu guru juga harus lebih aktif berdiskusi dengan siswa mengenai kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran dan saat mengerjakan tugas.
Proses pembelajaran akan lebih mudah diterima dan dipahami bila situasi hati senang. Hal ini berarti bila peserta didik sudah berhasil menimbulkan rasa senang terhadap apa yang dipelajarinya maka akan menumbuhkan rasa sayang terhadap pelajaran yang diperoleh. Membuat perasaan senang siswa dalam belajar tentu menjadi kewajiban setiap guru. (*/penulis merupakan guru mata pelajaran IPA SMP Negeri 13 Tarakan/har)
Editor : Azwar Halim