Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tingkatkan Etos Kerja dan Produktivitas

Azwar Halim • Senin, 17 April 2023 | 10:46 WIB
Herman Aisa Pabittei, S.Ag
Herman Aisa Pabittei, S.Ag

Oleh: Herman Aisa Pabittei, S.Ag

KITA semua sudah mengetahui bahwa Ramadan adalah bulan penuh keberkahan dan rahmat. Selain itu, Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, termasuk dalam hal meningkatkan etos kerja dan produktivitas. Sebab, pada bulan ini, kita berpuasa sepanjang hari, sehingga kita dianjurkan dan diajarkan untuk memiliki ketahanan fisik dan mental yang kuat agar tetap bisa bekerja dengan baik.

Puasa bukanlah alasan untuk bermalas-malasan. Sebaliknya, puasa seharusnya menjadi motivasi untuk meningkatkan produktivitas dan etos kerja kita. Dalam berpuasa, kita diharuskan untuk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu selama beberapa jam dalam sehari.

Hal ini tentunya membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan kedisiplinan yang tinggi. Saat puasa kita harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan mengatur jadwal kerja dan kegiatan sehari-hari secara lebih baik. Selain tentunya kita membagi waktu saat berpuasa untuk melakukan ibadah-ibadah lainnya, seperti membaca Alquran, berzikir, salat, atau berdoa.

Lalu bagaimana meningkatkan etos kerja dan produktivitas saat berpuasa bulan Ramadan? Berikut ini 3 tips untuk meningkatkan etos kerja dan produktivitas saat berpuasa bulan Ramadan.

BERSYUKUR ATAS PEKERJAAN

Saat berpuasa Ramadan, dan bahkan dalam setiap tarikan nafas, kita diajarkan untuk bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah Subahanhu Wa Ta’ala (SWT), termasuk pekerjaan yang dimiliki. Anugerah nikmat yang kita terima dalam kehidupan tidaklah bisa dihitung. Dalam Alquran Surah An-Nahl Ayat 18 Allah Subahanhu Wa Ta’ala telah menegaskan yang artinya, “Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 18).

Dengan bersyukur kita akan merasa tenang dalam kehidupan dan akan bekerja dari dalam hati. Tidak bekerja dalam tekanan dengan target-target yang tidak bisa kita jangkau. Jika keserakahan bersemayam dalam diri kita maka akan menghantarkan dan menjerumuskan diri pada praktik-praktik haram dalam mencari rezeki. Dan hakikat dari puasa adalah pengendalian diri agar tidak menghalalkan segala cara untuk meraih apa yang diinginkan. Ramadan harus menjadi momentum bersyukur dan qanaah pada apa yang telah dikaruniakan Allah SWT kepada kita.

MENJAGA DAN MENGATUR WAKTU

Waktu menjadi sangat berharga karena kita harus membaginya antara bekerja, beribadah, dan beristirahat. Karena itu, kita perlu mengatur waktu dengan baik agar tidak terbuang sia-sia. Dalam Alquran Allah SWT berfirman yang artinya, “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.” (QS Al-Asr: 1-3).

MENJAGA KESEHATAN TUBUH DAN PIKIRAN

Ketika kita berpuasa, tubuh dan pikiran kita menjadi lebih rentan terhadap kelelahan dan dehidrasi. Karena itu, kita perlu menjaga kesehatan tubuh dan pikiran dengan cara mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi serta melakukan olahraga ringan di waktu yang tepat. Dengan tubuh yang tetap sehat, kualitas pekerjaan kita akan tetap terjaga walaupun secara kuantitas mungkin berkurang dari hari-hari biasa.

Ayat Alquran dan Hadits tentang bekerja mencari nafkah untuk bekal kehidupan merupakan kewajiban. Dengan hal itu, ibadah sebagai misi utama di dunia, juga bisa dilakukan dengan baik. Pentingnya bekerja serta larangan untuk bermalas-malasan juga sudah diingatkan dalam Alquran dan hadits. Berikut ini beberapa ayat Alquran dan hadis terkait dengan hal tersebut.

Alquran Surat At-Taubah ayat 105 artinya, “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Alquran Surat Al-Ankabut ayat 17 artinya, “Maka carilah rezeki di sisi Allah SWT, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah SWT. Hanya kepada Allah SWT kamu akan dikembalikan.”

Hadis Riwayat Abu Dawud artinya, “Seseorang cukup dikatakan berdosa jika ia melalaikan orang yang wajib ia beri nafkah”.

Hadis riwayat Imam At-Thabrani artinya, “Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, sesungguhnya Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Subahanhu Wa Ta’ala mencintai seseorang yang apabila bekerja, mengerjakannya secara profesional.”

Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim artinya, “Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam (SAW) bersabda, “Seorang tidak henti-hentinya meminta belas kasihan kepada orang lain, hingga nanti ia akan datang pada hari kiamat dengan bentuk muka yang tidak berdaging (seperti tengkorak).”

Dari penjelasan ini kita dapat menyimpulkan bahwa bekerja adalah sebuah amalan yang dianjurkan dalam Islam. Allah SWT menganjurkan kita untuk bekerja keras dan berusaha mencari rezeki halal dengan sungguh-sungguh. Dalam hal bekerja, kita harus selalu menjaga etos kerja dan meningkatkan produktivitas kita agar dapat mencapai kesuksesan dalam dunia dan akhirat termasuk saat kita puasa di bulan Ramadan. Semoga Bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab. (*/penulis merupakan penyusun bahan penerbitan dakwah pada Seksi Binmas Islam Kemenag Tarakan/lim)

Baca berita selengkapnya di Koran Radar Tarakan atau berlangganan melalui Aplikasi Radar Tarakan yang bisa di download di :

Photo
Photo

 

 

Editor : Azwar Halim
#tausiah #ramadan