Radar Tarakan - Barcelona sukses menyegel satu tempat di semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam enam musim terakhir, meski mereka menelan kekalahan perdana atas Borussia Dortmund. Selain torehan itu, terdapat fakta-fakta menarik dari pertandingan tersebut.
Dortmund menjamu Barcelona pada leg kedua babak perempat final Liga Champions 2024/25. Bermain di Signal Iduna Park, Rabu (16/4) dini hari WIB, Die Borussen menang dengan skor 3-1.
Serhou Guirassy mencetak hat-trick brilian bagi Dortmund untuk memberikan kekalahan pertama bagi Barcelona di seluruh kompetisi tahun ini, namun hal tersebut tidak cukup untuk membalikkan keunggulan 0-4 tim asal Catalan di leg pertama di Montjuic.
Terlepas dari penampilan impresif mereka di leg pertama, Barcelona sangat tertekan di Signal Iduna Park.
Setelah beberapa peluang di awal babak pertama, Dortmund mendapatkan hadiah penalti di menit kedelapan saat Pascal Gross dijatuhkan oleh Wojciech Szczesny di dalam kotak penalti.
Guirassy tidak membuat kesalahan dari jarak 12 meter, dengan tenang menceploskan bola ke tengah untuk membuka keunggulan.
Tuan rumah terus meningkatkan tekanan, dengan serangkaian peluang di babak pertama, terutama melalui penampilan impresif dari Gross dan Karim Adeyemi, meskipun Barcelona berhasil menggagalkannya.
Dortmund terus berjuang dan mendapatkan hasil dari keyakinan mereka dengan kembali mencetak gol di menit ke-49, saat Guirassy mencetak gol dengan sundulan setelah menerima umpan dari Ramy Bensebaini di depan gawang.
Bensebaini memberikan Barcelona gol tak lama kemudian, saat ia membelokkan bola ke dalam gawangnya sendiri usai menerima umpan silang dari Gerard Martin di dalam kotak penalti.
Guirassy melengkapi hat-tricknya di menit ke-76 untuk membuat Barcelona terus menerus berada dalam kesulitan, setelah pemain asal Guinea ini berhasil membongkar pertahanan Ronald Araujo dan menceploskan bola melewati Szczesny.
Skor 3-1 di leg kedua ternyata tidak cukup bagi Dortmund. Meskipun kalah, Barcelona unggul agregat 5-3 dan berhak melaju ke semifinal Liga Champions musim ini.
Seusai pertandingan antara Dortmund melawan Barcelona, dilansir dari laman Opta, rupanya terdapat sejumlah fakta-fakta menarik yang sangat sayang dilewatkan oleh para penggemar kedua kesebelasan tersebut.
Meski mencatatkan noda pertama di tahun 2025, Barcelona telah mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam enam musim terakhir sejak tersingkir di babak tersebut melawan Liverpool pada 2018/19.
1. Serhou Guirassy jadi Pemain Keempat Dortmund yang Cetak Hattrick
Serhou Guirassy menjadi pemain Dortmund keempat yang mencetak hat-trick di Liga Champions.
Eks pemain VfB Stuttgart mengikuti jejak penyerang Die Borussen lain seperti Robert Lewandowski (April 2013 vs Real Madrid), Pierre-Emerick Aubameyang (Maret 2017 vs Benfica), dan Karim Adeyemi (Oktober 2024 vs Celtic).
2. 'Pecah Telur' Lawan Barcelona di Liga Champions
Borussia Dortmund memenangkan pertandingan melawan Barcelona untuk pertama kalinya, setelah gagal memenangkan satu pun dari enam pertemuan sebelumnya melawan mereka di kompetisi Eropa.
3. Serhou Guirassy Pemain Pertama Cetak Hattrick ke Gawang Barcelona
Serhou Guirassy adalah pemain Afrika pertama yang mencetak hat-trick ke gawang Barcelona di Liga Champions, dan pemain dengan jumlah gol terbanyak ke gawang Barcelona dalam satu edisi kompetisi (lima gol pada 2024/25).
4. Dortmund Catat Kebobolan Terbanyak Lawan Barcelona
Borussia Dortmund kebobolan delapan gol melawan Barcelona di Liga Champions musim ini, jumlah kebobolan terbanyak yang pernah mereka alami dalam satu musim kompetisi.
5. Barcelona Tim Terbanyak yang Dapat Keuntungan Gol Bunuh Diri
Tidak ada tim dari lima liga top Eropa yang diuntungkan oleh gol bunuh diri lebih banyak daripada Barcelona musim ini di semua kompetisi.
Total, Blaugrana sudah mengantongi 5 gol bunuh diri dari lawan-lawan yang dihadapi.(Jpg/Eru)
Editor : Azwar Halim