Malam Terakhir Paras Fest 2026 di Nunukan Ditutup dengan Penampilan Band Nidji 

Asrullah RT • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:07 WIB
MERIAH : Bupati Nunukan dan istri, Wakil Bupati Nunukan Hermanus dan istri mendampingi Bupati Malinau beserta istri saat hadir di malam penutup Paras Fest.
MERIAH : Bupati Nunukan dan istri, Wakil Bupati Nunukan Hermanus dan istri mendampingi Bupati Malinau beserta istri saat hadir di malam penutup Paras Fest. 

NUNUKAN - Ribuan warga memadati Ruang Terbuka Paras (RTP), Rabu malam (14/10), untuk menyaksikan penampilan grup band Nidji. Kehadiran band Nidji menjadi saya tarik utama malam penutupan Pekan Kebudayaan Daerah dan Paras Fest 2026.

Rangkaian perayaan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan yang dimulai sejak 2 Oktober 2026, tidak hanya menyuguhkan hiburan dan pertunjukan seni budaya. Tetapi memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk menggerakkan ekonomi lokal. 

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, perangkat daerah, petugas keamanan, sponsor, pelaku UMKM, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat yang membuat kegiatan berlangsung meriah, aman dan lancar.

"Selama pelaksanaan even Paras Fest Tahun 2026 ini, berdasarkan catatan BPS Nunukan perputaran ekonomi selama festival tercatat mencapai Rp 12,604 miliar yang terdiri dari omzet UMKM di luar areal Paras Perbatasan dan APBD yang kembali ke masyarakat," ucap H. Irwan Sabri. 

Kemudian, berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Nunukan, omzet UMKM di dalam kawasan Paras Perbatasan mencapai Rp 1,667 miliar selama kegiatan berlangsung. Dan jika dijumlahkan, omset UMKM dari dalam areal Paras dan di luar Paras sebesar Rp. 5.824.000.000,-.

"Berdasarkan data BPS omzet UMKM naik 33,7 persen di atas normal. Pada kondisi normal, omset agregat sampel berada pada angka Rp. 3.108.000.000,-. Selama Paras Fest, naik menjadi Rp. 4.157.000.000, ada tambahan sekitar Rp. 1.054.000.000 uang yang berputar di warung warung selama pelaksanaan Paras Fest", tambahnya. 

Dengan data tersebut menunjukkan bahwa Paras Fest tidak hanya menjadi ajang hiburan dan pelestarian budaya. Tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha lokal. 

"Saya masyarakat agar semangat kebersamaan dan kebanggaan terhadap budaya daerah tidak berhenti setelah festival berakhir. Tetapi terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui dukungan terhadap produk lokal dan usaha masyarakat," pintanya. 

Sementara, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Muhammad Amin mengatakan, kegiatan yang digelar bukan sekadar hiburan. Tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kebersamaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal. Dan mendukung pelaku UMKM serta bangga terhadap kuliner dan potensi wisata daerah. 

“Kita telah melihat betapa antusiasnya masyarakat Nunukan dalam memeriahkan acara ini. Di balik kemeriahan tersebut, ada peluang ekonomi yang harus kita jaga dan lanjutkan agar roda perekonomian terus berputar di daerah sendiri,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
paras fest 2026 nunukan HUT nunukan