Rutusan Lulusan PPN Nunukan Didorong Ciptakan Lapangan Kerja

Asrullah RT • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:59 WIB
VOKASI : Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Ke-IV PPN Tahun 2026 di Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Nunukan, Selasa (13/10).
VOKASI : Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang saat menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda Ke-IV PPN Tahun 2026 di Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Nunukan, Selasa (13/10).

NUNUKAN - Sebanyak 103 mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan (PPN) diharapkan tidak sekadar mengandalkan ijazah untuk memasuki dunia kerja, tetapi mampu mengambil peluang pembangunan di Kalimantan Utara. Mulai dari pengolahan hasil laut, pengembangan industri, pembangunan infrastruktur hingga penguatan UMKM menjadi sektor yang membutuhkan tenaga terampil dari daerah sendiri.

Tantangan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal A. Paliwang, dalam orasi ilmiah pada Wisuda Ke-IV PPN Tahun 2026 di Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Nunukan, Selasa (13/10). Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, inovasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Kita tidak hanya membutuhkan orang yang kuat secara teori, tetapi juga tenaga terampil yang mampu bekerja, berinovasi, dan menyelesaikan persoalan di lapangan," ucap Zainal A. Paliwang. 

Dijelaskan, PPN memiliki posisi strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan potensi ekonomi dan kebutuhan pembangunan Kalimantan Utara, terutama di wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan.

Baginya, cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud dengan sendirinya. Dibutuhkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk melalui pendidikan vokasi yang mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Karena itu, lulusan PPN diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. Peluang Besar di Sektor Perikanan dan Industri. Dan salah satu peluang pengembangan komoditas perikanan, khususnya rumput laut yang menjadi unggulan Nunukan.

Ia berharap, lulusan program studi Teknologi Hasil Perikanan mampu menghadirkan inovasi pengolahan dan diversifikasi produk. Dengan demikian, hasil laut tidak hanya dipasarkan sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang meningkatkan pendapatan petani rumput laut dan nelayan.

Sementara itu, lulusan Teknik Alat Berat dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan kawasan industri dan berbagai proyek strategis di Kalimantan Utara, termasuk Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), Kawasan Industri Pelabuhan Indonesia (KIPI), serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Lulusan vokasi dari Nunukan harus berani mengambil peluang dan mengisi posisi strategis dalam pembangunan daerah, bukan hanya menjadi penonton," tegasnya.

Peluang lainnya terbuka bagi lulusan Teknik Sipil Infrastruktur Perkotaan. Kompetensi yang dimiliki diharapkan dapat mendukung pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan konektivitas jalan di wilayah pedalaman dan perbatasan, salah satunya melalui pembangunan ruas jalan Malinau–Krayan.

Adapun lulusan Administrasi Bisnis diharapkan mampu memperkuat pengelolaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong perdagangan lintas batas serta pengembangan ekonomi kreatif. Baginya, keberhasilan lulusan perguruan tinggi vokasi tidak cukup diukur dari capaian akademik dan keterampilan teknis.

Tetapi Integritas, kedisiplinan, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi juga menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan dunia kerja. "Lulusan yang berdampak bukan hanya mereka yang mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mereka yang berani menciptakan lapangan kerja dan memberikan solusi bagi masyarakat,” tutupnya. (akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan lulusan sarjana lapangan kerja mahasiswa