Peringatan HUT ke-27 Nunukan, Irwan Sabri Paparkan Capaian Program Prioritas

Asrullah RT • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 21:49 WIB
KEBERSAMAAN : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Ketua DPRD Nunukan, Hj. Rahma Leppa saat bersama Wakil Ketua I dan II DPRD Nunukan saat penyerahan tumpeng. PEMKAB NUNUKAN
KEBERSAMAAN : Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, Ketua DPRD Nunukan, Hj. Rahma Leppa saat bersama Wakil Ketua I dan II DPRD Nunukan saat penyerahan tumpeng. PEMKAB NUNUKAN

NUNUKAN - Bupati Nunukan H Irwan Sabri memaparkan perkembangan program prioritas Pemkab Nunukan 2026 dalam pidato peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan. Program tersebut terdiri dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Di bidang penyediaan air bersih, pemerintah daerah menargetkan pengelolaan dan pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebanyak lima unit, optimalisasi dua paket SPAM jaringan perpipaan, dan dua paket SPAM bukan jaringan perpipaan. 

"Pemerintah daerah juga melakukan pemeliharaan embung dan waduk untuk menjaga ketersediaan air baku serta tetap berkomitmen membebaskan lahan Embung Lapri," ujar Irwan, Senin (12/10).

Kemudian pada sektor kelistrikan, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal direncanakan di Kelompok Desa Panas, Kecamatan Lumbis Pansiangan dan Kelompok Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Krayan Tengah, melalui kerja sama Kementerian ESDM dan Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara.

Selain itu, perluasan jaringan distribusi listrik atau grid extension telah dilakukan di sejumlah desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah Kabupaten Nunukan. Program ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik berbasis energi terbarukan.

Pada sektor infrastruktur jalan, program pembangunan 100 kilometer jalan tani per tahun menargetkan 151 paket kegiatan yang tersebar di 16 kecamatan. Sementara itu, pembangunan jalan penghubung kecamatan dan desa pada 2026 ditargetkan meliputi jalan baru sepanjang 6,5 kilometer, rehabilitasi empat kilometer, pemeliharaan rutin 19 kilometer dan rekonstruksi 18,4 kilometer. 

"Pemerintah daerah juga menargetkan pengadaan tiga unit alat berat melalui program satu kecamatan satu unit alat berat," sebutnya.

Dalam program perumahan, Pemkab Nunukan menargetkan pembangunan 1.036 unit rumah layak huni pada 2026. Rinciannya, 122 unit melalui APBD, 200 unit melalui APBN, serta 714 unit melalui kerja sama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah telah mendistribusikan seragam merah putih kepada 21.680 siswa SD kelas I hingga VI serta seragam putih biru kepada 10.213 siswa SMP kelas VII hingga IX, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa pada 2026 ditargetkan menjangkau 1.011 penerima dan direncanakan terealisasi pada triwulan IV. "Pemerintah daerah juga menganggarkan pengadaan perangkat internet satelit Starlink untuk 19 SMP yang masih mengalami wilayah tanpa jangkauan internet atau blank spot," sebutnya.

Untuk bidang kesehatan, pemerintah daerah memprioritaskan penguatan fungsi dan manajemen RSUD serta rumah sakit pratama, termasuk pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis. Tercapai, sebanyak 11 dokter spesialis telah ditempatkan di Rumah Sakit Pratama Sebuku dan Rumah Sakit Pratama Sebatik. 

Sementara itu, pemenuhan dokter spesialis untuk Rumah Sakit Pratama Krayan masih diusulkan kepada Kementerian Kesehatan, bersamaan dengan persiapan sarana dan prasarana pendukung.

"Peningkatan fasilitas juga diarahkan untuk mendorong Rumah Sakit Pratama Sebuku dan Sebatik menjadi rumah sakit tipe D. Selain itu, Kementerian Kesehatan telah menunjuk RSUP Dr Kariadi Semarang sebagai rumah sakit rujukan nasional kelas A untuk mendampingi RSUD Nunukan dalam meningkatkan tata kelola dan mutu pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan," tambahnya. 

Guna memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian daerah, pemerintah melanjutkan program bantuan bibit, pupuk, dan alat mekanisasi pertanian secara gratis. Serta, penyaluran bantuan tersebut masih berproses di Dinas Ketahanan Pangan.

Program pengembangan kampung pertanian hortikultura dan palawija berbasis kewilayahan juga berjalan melalui bantuan bibit cabai, jagung, tomat, serta cangkul. Sementara itu, pemerintah daerah berupaya menjaga stabilitas komoditas rumput laut sebagai salah satu produk unggulan Nunukan yang berpotensi mendukung perekonomian masyarakat pesisir dan ekspor daerah.

"Bersama Politeknik Negeri Nunukan, pemerintah melakukan kajian untuk menjaga mutu dan kualitas rumput laut. Pemkab Nunukan juga sedang menyusun peraturan kepala daerah tentang tata niaga rumput laut," kata Irwan.

Dukungan sarana produksi tetap diberikan melalui pengadaan bibit rumput laut, mesin tempel, tali, terpal, dan waring. Di sektor perikanan tangkap, Dinas Perikanan telah menyerahkan bantuan alat penangkapan ikan ramah lingkungan, mesin ketinting, dan mesin tempel kepada masyarakat.

Dalam program pemberdayaan UMKM, Pemkab Nunukan telah melaksanakan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi SIAPIK untuk pencatatan keuangan usaha kepada 48 unit usaha. Pemerintah daerah juga memfasilitasi kemudahan perizinan bagi 80 unit usaha mikro.

Adapun program satu desa satu program unggulan berbasis potensi lokal dilaksanakan melalui pembinaan dan pemberdayaan badan usaha milik desa (BUM Desa) serta lembaga kerja sama antardesa di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan.

"Program ini diharapkan mendorong perubahan pola pembangunan desa, dari desa konsumtif menjadi desa produktif yang mampu mengoptimalkan potensi lokal dan bergerak menuju kemandirian ekonomi," tutupnya. (adv/akz/jnr)

Editor : Januriansyah RT
nunukan HUT nunukan